Kenali Jenis-Jenis Garam untuk Memasak, Setiap Jenis Punya Fungsi Berbeda

  • 30 Jul 2026 09:43 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, BATAM - Garam menjadi salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam setiap masakan. Namun, tidak semua garam memiliki karakteristik yang sama. Perbedaan tekstur, ukuran butiran, hingga kandungan mineral membuat setiap jenis garam memiliki fungsi yang berbeda dalam proses memasak.

Garam tidak hanya berperan sebagai penambah rasa, tetapi juga membantu menyeimbangkan cita rasa, mempertahankan tekstur makanan, hingga meningkatkan kualitas hasil akhir masakan. Karena itu, mengenali jenis garam dapat membantu masyarakat memilih garam yang sesuai dengan kebutuhan memasak.

Salah satu jenis yang paling umum digunakan adalah garam dapur. Garam ini memiliki butiran halus, mudah larut, dan umumnya telah diperkaya dengan yodium yang bermanfaat bagi kesehatan. Garam meja cocok digunakan untuk berbagai masakan sehari-hari, mulai dari menumis, merebus, hingga membuat adonan.

Sementara itu, garam laut diperoleh melalui proses penguapan air laut. Garam ini biasanya memiliki tekstur yang lebih kasar dan masih mengandung sejumlah mineral alami. Garam laut sering dimanfaatkan sebagai taburan pada hidangan yang telah matang karena memberikan sensasi tekstur yang khas.

Jenis lainnya adalah garam kosher, yang memiliki butiran lebih besar dibandingkan garam meja. Garam ini banyak digunakan oleh para koki karena mudah dicubit dan ditaburkan secara merata, sehingga memudahkan proses membumbui daging, ikan, maupun sayuran sebelum dimasak.

Bagi pecinta kuliner premium, fleur de sel menjadi salah satu pilihan. Garam yang dipanen secara manual dari lapisan tipis permukaan air laut ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang lebih kompleks. Karena harganya relatif mahal, fleur de sel umumnya digunakan sebagai sentuhan akhir pada steak, salad, atau hidangan penutup.

Selain itu, terdapat garam Himalaya yang dikenal dengan warna merah mudanya. Warna tersebut berasal dari kandungan mineral alami, terutama zat besi. Garam ini sering digunakan sebagai bumbu masakan maupun penyedap akhir untuk berbagai hidangan.

Ada pula garam hitam (kala namak) yang populer dalam masakan India. Garam ini memiliki aroma khas menyerupai telur rebus akibat kandungan senyawa sulfur, sehingga sering dimanfaatkan untuk memberikan cita rasa unik pada hidangan vegetarian maupun aneka camilan.

Meski memiliki karakteristik yang berbeda, para ahli gizi mengingatkan bahwa seluruh jenis garam tetap mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, konsumsi garam sebaiknya tetap dibatasi sesuai anjuran kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari lima gram atau sekitar satu sendok teh per hari bagi orang dewasa. Untuk kebutuhan sehari-hari, penggunaan garam beryodium tetap dianjurkan guna membantu memenuhi kebutuhan yodium tubuh dan mendukung fungsi kelenjar tiroid.

Dengan memahami fungsi masing-masing jenis garam, masyarakat dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan memasak sekaligus tetap menjaga asupan garam agar tidak berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....