Kiat Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Awet Lama

  • 28 Mei 2026 10:53 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam –Momentum Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang kurang tepat dalam menyimpan daging sehingga kualitasnya cepat menurun, berbau, bahkan mudah rusak. Padahal, cara penyimpanan yang benar dapat menjaga kesegaran daging lebih lama sekaligus mempertahankan nilai gizinya.

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah tidak langsung mencuci daging sebelum disimpan. Daging yang terkena air justru lebih mudah lembap dan mempercepat pertumbuhan bakteri apabila tidak segera dimasak. Sebaiknya daging dipotong sesuai kebutuhan masak harian, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup atau plastik kedap udara agar tidak terkontaminasi aroma bahan makanan lain di dalam kulkas.

Selain itu, penting memisahkan daging berdasarkan jenis dan porsi. Daging sapi, kambing, jeroan, maupun tulang sebaiknya ditempatkan dalam kemasan berbeda. Penyimpanan per porsi kecil akan memudahkan saat hendak digunakan tanpa perlu berulang kali mencairkan seluruh stok daging. Proses pembekuan dan pencairan berulang dapat merusak tekstur serta mempercepat penurunan kualitas daging.

Untuk penyimpanan jangka pendek, daging dapat diletakkan di chiller dengan suhu sekitar 0–4 derajat Celsius dan umumnya bertahan hingga tiga hari. Namun apabila ingin disimpan lebih lama, freezer menjadi pilihan terbaik dengan suhu minus 18 derajat Celsius agar daging dapat bertahan hingga beberapa bulan. Memberikan label tanggal penyimpanan juga penting agar pengguna mengetahui batas ideal konsumsi daging tersebut.

Masyarakat juga dianjurkan tidak memenuhi freezer terlalu padat karena sirkulasi udara dingin harus tetap berjalan optimal. Daging yang tersusun terlalu rapat membuat proses pembekuan tidak merata sehingga sebagian bagian lebih cepat rusak. Menambahkan lapisan aluminium foil atau vacuum pack juga dapat membantu menjaga kualitas daging lebih maksimal.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga tetap aman dan nikmat saat diolah menjadi berbagai hidangan keluarga. Kebiasaan sederhana ini penting diterapkan agar distribusi dan pemanfaatan daging kurban menjadi lebih efektif serta tidak terbuang percuma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....