Dampak Kesehatan Makan Bakaran Tahun Baru

  • 05 Jan 2026 10:57 WIB
  •  Batam

KBRN. Batam: Tradisi bakar-bakaran hampir selalu hadir di tengah momen kumpul keluarga dan sahabat. Daging sapi, ayam, hingga olahan laut dibakar di atas arang menjadi menu favorit karena aromanya yang menggoda dan cita rasa khas yang sulit ditolak.

Namun di balik kelezatan tersebut, muncul kekhawatiran soal dampaknya bagi kesehatan. Tak sedikit yang bertanya, benarkah makanan bakar, terutama daging, lebih berisiko dibandingkan daging yang dimasak dengan cara lain seperti dikukus, ditumis, atau direbus?

Menurut spesialis gizi klinik, Dr dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK dari RS St Carolus Salemba, risiko makanan bakar bukan semata karena dagingnya, melainkan cara pengolahannya, terutama saat daging bersentuhan langsung dengan suhu sangat tinggi.

Ia mengatakan, pada proses pembakaran, terutama pada daging merah, suhu panas yang ekstrem dapat memicu terbentuknya zat karsinogen. Zat ini muncul ketika daging terkena api secara langsung hingga menghasilkan bagian yang menghitam atau gosong. Bagian tersebut menandakan adanya senyawa hasil pembakaran yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Selain makanan bakar, dr Yohannessa juga menyebutkan makanan yang diolah dengan cara diasap memiliki potensi risiko serupa. Warna hitam atau arang yang menempel pada permukaan makanan menjadi indikator adanya senyawa karsinogen.

Meski makanan bakar sering dianggap lebih sehat karena tidak menggunakan minyak, paparan langsung terhadap api tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....