Dari Suara Nyata Menjadi Gerak Pulih, HIMPSI Kepri Gelar Talkshow Kesehatan Mental

  • 04 Okt 2026 18:49 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Internasional yang diperingati setiap 10 Oktober, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kepulauan Riau dan Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO) Kepulauan Riau mengadakan acara bertajuk “Gelar Rasa: Dari Suara Nyata, Menjadi Gerak Pulih”. Kegiatan ini diselenggarakan di Atrium BCS Mall pada Minggu 4 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pilates dan merajut yang dilaksanakan dalam dua sesi dan terbuka untuk umum. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan tiga sesi talkshow mengenai kesehatan mental dengan moderator Farah Oktamurdiantri, M.Psi., Psikolog, yang merupakan Wakil Ketua HIMPSI Kepri sekaligus anggota APIO Kepri.

Narasumber dalam kegiatan tersebut terdiri atas tiga pembicara. Sesi pertama bertajuk “When Work Gets Heavy” disampaikan oleh Ramziya Zikra, M.Psi., Psikolog, yang merupakan Industrial & Organizational Psychologist dan Human Capital Practitioner.

Sesi kedua bertajuk “Ketika Rasa Dipendam, Tubuh Ikut Bicara” disampaikan oleh Dewi Koriati, seorang Sociopreneur, Executive Leader, Healthy Lifestyle & Urban Farming Advocate. Sementara itu, sesi ketiga bertajuk “Pulih Tidak Harus Sendirian: Membangun Support System” disampaikan oleh Wenny Nur Annisa, S.Psi., Psikolog, dari Alfa Hepi Consultant.

Ketua HIMPSI Wilayah Kepulauan Riau (HIMPSI Kepri), Berliana Sari Oktaria, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Internasional sekaligus memperkenalkan keberadaan HIMPSI dan organisasi profesi psikologi kepada masyarakat di Kepulauan Riau.

“Kalau latar belakang itu sebenarnya karena kita mau memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Mau menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada Himpunan Psikologi Indonesia di wilayah Kepri. Kalau kita kan ada salah satu asosiasi juga yang di bawah HIMPSI. Itu ada Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi. Sebenarnya kalau secara nasional kita punya sekitar 30-an asosiasi dan ikatan. Kalau psikologi itu kan banyak peminatannya, seperti psikologi sekolah, pendidikan, anak, perkembangan, klinis, dan forensik,” jelas Okta.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan layanan dan tenaga profesional psikologi yang tersedia di berbagai daerah di Kepulauan Riau. Menurutnya, masyarakat masih banyak yang menganggap psikolog hanya tersedia di rumah sakit atau harus dicari di luar daerah.

“Kalau di Kepri ini kan baru ada HIMPSI sama APIO. Nah, memperkenalkan bahwa di sini ada psikolog, ada sarjana psikologi. Karena kan kebanyakan tahunya cuma di rumah sakit. Atau bahkan saya beberapa kali juga mendengar kalau mencari psikolog harus ke Jakarta. Nah, di Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Natuna juga ada,” jelasnya.

Kegiatan tersebut didukung berbagai pihak, di antaranya Batong Educare, Rumah Psikologi, Hearty Bridge, Humanika International, Rumah Faye, Happy Craft, RS Awal Bros Batuaji, Psychology Development Center, dan Barra Solusi Optima.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kesehatan mental dan menyadari bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Batam, dapat lebih terbuka dalam membicarakan persoalan kesehatan mental serta mengetahui akses terhadap layanan psikologi yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....