Banyak Gangguan, Mengapa Kita Sulit Fokus?
- 11 Agt 2026 15:17 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pernah merasa sulit menyelesaikan pekerjaan karena notifikasi ponsel, pesan masuk, atau suara di sekitar? Kondisi tersebut cukup umum terjadi, terutama ketika seseorang harus mengerjakan sesuatu di tengah banyak gangguan. Bukan hanya membuat pekerjaan terasa lebih lama, gangguan juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan konsentrasi. Otak manusia memiliki kemampuan terbatas dalam memproses informasi pada satu waktu. Ketika perhatian terus berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali fokus. Karena itu, kebiasaan berpindah-pindah tugas atau multitasking tidak selalu membuat pekerjaan menjadi lebih cepat.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa perhatian manusia dapat dipengaruhi oleh gangguan dari lingkungan. Ketika perhatian teralihkan, kemampuan untuk memproses informasi yang sedang dikerjakan dapat ikut menurun. Gangguan tidak selalu berasal dari lingkungan. Ponsel yang berada di dekat seseorang juga dapat menjadi sumber distraksi, bahkan ketika tidak sedang digunakan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social Psychology menemukan bahwa kehadiran ponsel dapat memengaruhi perhatian dan kapasitas kognitif seseorang, terutama ketika ponsel menjadi sumber perhatian.
Notifikasi juga memiliki peran dalam mengganggu konsentrasi. Suara atau getaran dari pesan baru dapat mendorong seseorang untuk memeriksa perangkat, kemudian kembali ke pekerjaan yang sebelumnya ditinggalkan. Proses berpindah perhatian tersebut dapat membuat pekerjaan terasa lebih berat. Selain teknologi, kondisi lingkungan juga berpengaruh. Suasana yang terlalu ramai, percakapan orang lain, suara kendaraan, atau ruang kerja yang tidak nyaman dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan perhatian. Tingkat gangguan yang dirasakan setiap orang pun dapat berbeda.
Kurang tidur juga dapat memperburuk kemampuan berkonsentrasi. Tubuh dan otak membutuhkan tidur yang cukup untuk menjalankan berbagai fungsi kognitif, termasuk perhatian, pembelajaran, dan pengambilan keputusan. Karena itu, sulit fokus tidak selalu berarti seseorang kurang disiplin, tetapi bisa berkaitan dengan kondisi tubuh dan lingkungan. Untuk menjaga konsentrasi, seseorang dapat mencoba mengurangi sumber gangguan sebelum mulai bekerja atau belajar. Mematikan notifikasi yang tidak penting, menjauhkan ponsel dari jangkauan, menggunakan ruang yang lebih tenang, dan mengerjakan satu tugas dalam satu waktu dapat menjadi langkah sederhana.
Membuat jeda juga penting. Fokus dalam waktu panjang tanpa istirahat dapat membuat seseorang merasa lelah secara mental. Jeda singkat untuk berdiri, berjalan, minum air, atau sekadar mengistirahatkan pandangan dapat membantu memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk kembali siap bekerja. Kemampuan fokus pada akhirnya bukan hanya persoalan kemauan. Lingkungan, penggunaan teknologi, kualitas tidur, dan kebiasaan sehari-hari turut menentukan seberapa mudah seseorang mempertahankan perhatian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....