Penyebab Rambut Rontok yang Sering Tidak Disadari

  • 30 Sep 2026 09:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Rambut rontok sebenarnya merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut. Kehilangan sekitar 50 sampai 100 helai rambut per hari masih bisa terjadi secara normal. Namun, kalau rambut mulai rontok jauh lebih banyak dari biasanya, terlihat menipis, atau muncul bagian kulit kepala yang semakin terlihat, ada kemungkinan terdapat faktor tertentu yang perlu diperhatikan.

Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah stres. Ketika tubuh mengalami stres fisik atau emosional yang cukup berat, sebagian folikel rambut dapat masuk ke fase istirahat lebih cepat. Beberapa waktu kemudian, rambut bisa mengalami kerontokan yang lebih banyak. Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium dan pada banyak kasus dapat membaik setelah pemicunya teratasi.

Pola makan juga punya peran penting. Rambut membutuhkan berbagai zat gizi untuk tumbuh, termasuk protein, zat besi, zinc, dan beberapa vitamin. Pola makan yang sangat ketat atau kekurangan nutrisi tertentu dapat berkontribusi terhadap kerontokan. Jadi, kalau sedang menjalani diet, jangan sampai fokus mengurangi kalori justru membuat kebutuhan nutrisi tubuh tidak terpenuhi.

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi rambut. Kerontokan bisa terjadi setelah kehamilan, saat mengalami perubahan hormon tertentu, atau pada kondisi seperti gangguan tiroid. Pada sebagian orang, perubahan hormon juga dapat menyebabkan pola penipisan rambut yang berbeda.

Kemudian ada faktor yang berasal dari kebiasaan merawat rambut. Terlalu sering menggunakan alat dengan suhu tinggi seperti catokan dan hair dryer, melakukan bleaching atau pewarnaan secara berulang, serta mengikat rambut terlalu kencang dapat menyebabkan rambut lebih mudah patah. Kondisi ini berbeda dengan kerontokan dari akar, tetapi sama-sama bisa membuat rambut terlihat semakin tipis.

Masalah pada kulit kepala juga tidak boleh diabaikan. Ketombe yang berat, peradangan, atau kondisi kulit tertentu dapat menyebabkan rasa gatal dan membuat seseorang lebih sering menggaruk kepala. Pada kondisi tertentu, gangguan kulit kepala juga dapat berhubungan dengan kerontokan rambut.

Selain itu, faktor genetik merupakan salah satu penyebab penting kerontokan rambut. Pada kerontokan berpola, rambut biasanya menipis secara bertahap pada area tertentu. Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita dan sering memiliki hubungan dengan riwayat keluarga.

Menariknya, rambut rontok juga bisa muncul beberapa bulan setelah tubuh mengalami kondisi tertentu. Misalnya setelah demam tinggi, operasi, sakit berat, atau perubahan berat badan yang cukup cepat. Jadi, ketika rambut tiba-tiba rontok lebih banyak, penyebabnya belum tentu berasal dari sesuatu yang baru dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Kalau rambut rontok hanya sedikit dan tidak disertai perubahan lain, biasanya tidak perlu langsung panik. Tetapi jika kerontokan berlangsung terus-menerus, jumlahnya semakin banyak, muncul kebotakan berbentuk bercak, kulit kepala terasa sakit atau meradang, atau rambut menipis secara signifikan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit dan kelamin untuk mencari penyebabnya.

Intinya, rambut rontok bukan selalu karena salah sampo atau terlalu sering keramas. Stres, pola makan, hormon, kondisi kesehatan, genetik, sampai kebiasaan menata rambut semuanya bisa berperan. Jadi, daripada langsung mencoba berbagai produk rambut, lebih baik kenali dulu pola kerontokannya dan cari tahu apa yang mungkin menjadi pemicunya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....