Hubungan Makan Terlalu Cepat dengan Perut Kembung

  • 29 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Makan terburu-buru mungkin sudah jadi kebiasaan banyak orang, apalagi kalau sedang mengejar waktu kerja, kuliah, atau sekadar lapar banget. Tapi kebiasaan ini ternyata bisa membuat perut terasa lebih penuh dan mudah kembung. Bukan cuma soal makanan yang masuk terlalu banyak, tetapi juga tentang udara yang ikut tertelan selama proses makan.

Saat makan terlalu cepat, kita cenderung menelan lebih banyak udara. Udara tersebut bisa masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan perut terasa begah, penuh, atau lebih sering bersendawa dan buang gas. Kondisi ini dikenal sebagai aerophagia, yaitu ketika seseorang menelan udara dalam jumlah berlebihan.

Kebiasaan lain yang sering dilakukan bersamaan dengan makan cepat juga bisa meningkatkan udara yang tertelan. Misalnya makan sambil banyak berbicara, minum menggunakan sedotan, mengunyah permen karet, atau minum minuman berkarbonasi. Kalau beberapa kebiasaan ini dilakukan sekaligus, rasa kembung bisa semakin terasa.

Makan terlalu cepat juga dapat membuat kita lebih sulit menyadari rasa kenyang. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Kalau makanan dihabiskan dalam waktu sangat singkat, kita bisa saja terus makan sebelum tubuh sempat memberikan sinyal bahwa sebenarnya sudah cukup.

Akibatnya, porsi makanan yang masuk bisa lebih banyak dari kebutuhan. Lambung yang terisi terlalu penuh dapat membuat perut terasa tidak nyaman, terutama setelah makan dalam jumlah besar.

Selain itu, proses mengunyah merupakan bagian penting dari pencernaan. Ketika makan terburu-buru, makanan cenderung dikunyah lebih sedikit sebelum ditelan. Meski sebagian besar proses pencernaan tetap berlangsung di lambung dan usus, kebiasaan makan perlahan membantu proses makan menjadi lebih teratur dan membuat kita lebih sadar terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi.

Kalau kamu termasuk orang yang sering kembung setelah makan, coba lakukan perubahan sederhana. Perlambat tempo makan, letakkan sendok atau garpu sesekali, kunyah makanan dengan baik, dan hindari makan sambil terburu-buru. Nggak harus sampai menghitung berapa kali harus mengunyah setiap suapan. Yang penting, beri waktu untuk makan dengan lebih santai.

Kamu juga bisa mengurangi kebiasaan berbicara terlalu banyak sambil mengunyah, membatasi penggunaan sedotan, dan mengurangi minuman bersoda jika memang terbukti membuat perut lebih begah.

Menariknya, efek makan terlalu cepat tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang langsung merasa kembung, sementara yang lain mungkin tidak merasakan keluhan apa pun. Karena itu, yang paling penting adalah memperhatikan respons tubuh sendiri.

Kalau kembung hanya muncul sesekali setelah makan terburu-buru, biasanya cukup dengan memperbaiki kebiasaan makan. Tetapi jika kembung sering terjadi meskipun sudah makan dengan perlahan, atau disertai nyeri perut, muntah, penurunan berat badan, darah pada tinja, maupun perubahan pola buang air besar yang menetap, sebaiknya diperiksakan ke tenaga kesehatan.

Jadi, mulai sekarang kalau sedang makan, nggak perlu buru-buru seperti sedang mengejar kereta. Beri tubuh waktu untuk menikmati makanan dan mengenali rasa kenyang. Makan lebih pelan bukan cuma bikin lebih menikmati makanan, tetapi juga bisa membantu mengurangi kebiasaan menelan udara yang membuat perut terasa begah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....