Penyebab Perut Kembung yang Sering Tidak Disadari
- 29 Sep 2026 14:54 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perut kembung sering dianggap sebagai akibat makan terlalu banyak. Padahal, penyebabnya bisa jauh lebih beragam. Rasa penuh, begah, perut terasa lebih besar, atau lebih sering buang gas bisa muncul karena makanan, kebiasaan sehari-hari, sampai kondisi tertentu pada sistem pencernaan.
Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah makan terlalu cepat. Saat terburu-buru makan, kita bisa ikut menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk ke saluran pencernaan kemudian dapat membuat perut terasa penuh dan bergas. Kebiasaan banyak berbicara saat makan, mengunyah permen karet, atau sering minum menggunakan sedotan juga bisa membuat udara yang tertelan semakin banyak.
Jenis makanan juga punya pengaruh. Kacang-kacangan, brokoli, kol, kembang kol, bawang, dan beberapa jenis makanan tinggi serat dapat meningkatkan produksi gas pada sebagian orang. Makanan tersebut sebenarnya tetap bergizi, tetapi tubuh setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap proses pencernaannya.
| Baca juga: Cara Mencegah Perut Kembung setelah Makan |
Minuman bersoda juga bisa menjadi penyebab yang cukup gampang ditebak. Minuman berkarbonasi membawa gas ke dalam saluran pencernaan sehingga sebagian orang bisa merasa lebih begah setelah meminumnya. Kalau perut memang gampang kembung, mengurangi minuman bersoda bisa menjadi salah satu hal yang patut dicoba.
Penyebab lainnya adalah sembelit. Ketika buang air besar tidak lancar, isi saluran pencernaan bergerak lebih lambat dan gas bisa lebih sulit keluar. Akibatnya, perut terasa penuh, keras, atau tidak nyaman. Karena itu, kembung kadang bukan hanya soal makanan, tetapi juga berkaitan dengan pola buang air besar.
Pada sebagian orang, kembung juga bisa berkaitan dengan intoleransi makanan. Salah satu contohnya intoleransi laktosa. Orang yang tubuhnya kekurangan enzim laktase dapat mengalami kembung, banyak gas, sakit perut, atau diare setelah mengonsumsi susu dan produk yang mengandung laktosa.
Kemudian ada faktor yang mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup berpengaruh, yaitu stres. Otak dan sistem pencernaan saling berhubungan melalui gut brain axis. Ketika seseorang sedang stres atau mengalami kecemasan, perubahan pada fungsi saluran pencernaan dapat membuat keluhan seperti kembung, sakit perut, atau perubahan pola buang air besar terasa lebih nyata.
Perubahan hormon juga dapat membuat sebagian orang mengalami kembung, terutama menjelang menstruasi. Perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat memengaruhi pergerakan saluran pencernaan dan keseimbangan cairan tubuh sehingga perut terasa lebih penuh.
Kalau kamu sering mengalami kembung, coba jangan langsung menyalahkan satu jenis makanan. Perhatikan kapan kembung muncul, makanan apa yang dikonsumsi, seberapa banyak porsinya, bagaimana pola buang air besar, dan apakah sedang mengalami stres. Dari situ biasanya lebih mudah melihat pola pemicunya.
Kembung sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai nyeri hebat, muntah, darah pada tinja, penurunan berat badan tanpa sebab, atau perubahan pola buang air besar yang menetap, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Jadi, kalau perut tiba-tiba terasa penuh dan begah, penyebabnya belum tentu karena kamu kebanyakan makan. Bisa saja cara makannya terlalu cepat, terlalu banyak udara yang tertelan, kurang lancar buang air besar, makanan tertentu, atau bahkan kondisi tubuh yang sedang stres. Mengenali polanya adalah langkah pertama untuk mengetahui apa yang sebenarnya membuat perut mudah kembung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....