Bahaya Menghirup Asap Polusi Setiap Hari
- 29 Sep 2026 05:44 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Setiap hari kita menghirup udara tanpa terlalu memikirkannya. Tapi bagaimana kalau udara yang masuk ke tubuh ternyata membawa berbagai partikel pencemar? Paparan asap dan polusi udara yang terjadi terus-menerus ternyata bisa memberikan dampak terhadap kesehatan, bahkan ketika tubuh tidak langsung menunjukkan gejala.
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah partikulat halus atau PM2.5. Partikel ini berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, paparan partikulat seperti PM2.5 berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan kardiovaskular.
| Baca juga: Anak Muntah Jangan Panik Berlebihan |
Dalam jangka pendek, menghirup udara yang tercemar dapat menyebabkan batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata iritasi, hingga sesak napas. Bagi orang yang memiliki asma atau penyakit paru tertentu, kondisi tersebut juga dapat memperburuk gejala. Semakin tinggi konsentrasi polutan dan semakin lama seseorang terpapar, semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan.
Masalahnya, paparan polusi tidak selalu terasa secara langsung. Kita mungkin tidak batuk atau merasa sesak setiap kali berada di luar ruangan, tetapi paparan yang berulang tetap dapat memberikan dampak dalam jangka panjang. WHO mengaitkan paparan polusi udara dengan peningkatan risiko penyakit seperti penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan, dan kanker paru.
| Baca juga: Cara Simpel Redakan Flu di Rumah |
Risikonya juga tidak sama untuk semua orang. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru termasuk kelompok yang lebih rentan. Anak-anak juga masih berada dalam tahap perkembangan paru-paru sehingga kualitas udara di lingkungan mereka menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Lalu apa yang bisa dilakukan? Saat kualitas udara memburuk, kita bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang membuat frekuensi napas meningkat. Jika harus keluar, penggunaan masker partikulat yang memiliki kemampuan filtrasi baik dan dipakai dengan pas dapat membantu mengurangi paparan partikel. Namun, masker tidak menyaring semua jenis polutan, terutama gas tertentu.
Di rumah, mengurangi masuknya udara tercemar dan menjaga ventilasi serta kualitas udara dalam ruangan juga penting. Intinya, kita tidak harus menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai peduli dengan udara yang kita hirup.
Karena udara mungkin tidak terlihat, tetapi dampaknya bisa nyata. Jadi kalau kualitas udara sedang buruk, jangan anggap sepele. Kurangi paparan sebisa mungkin, terutama kalau kamu termasuk kelompok yang rentan. Tubuh kita memang punya kemampuan beradaptasi, tapi bukan berarti harus terus-menerus dipaksa menghirup udara yang tercemar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....