Dokter Okupasi Ingatkan Penyakit Akibat Kerja Sering Tidak Disadari

  • 31 Jul 2026 08:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Banyak keluhan kesehatan yang dialami pekerja ternyata berkaitan dengan aktivitas kerja sehari-hari. Namun kondisi tersebut kerap tidak disadari sehingga penanganan yang diberikan hanya berfokus pada gejala tanpa mengatasi penyebab utamanya.

Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi RS Awal Bros Batam, dr. Zulkifli Dharma, mengatakan kedokteran okupasi merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara kesehatan dan pekerjaan seseorang.

Menurutnya, dokter okupasi berperan mengidentifikasi penyakit akibat kerja, melakukan penilaian kelayakan bekerja, hingga mengevaluasi kemampuan seseorang untuk kembali bekerja setelah mengalami cedera maupun sakit.

Ia mencontohkan pekerja yang menggunakan komputer dalam waktu lama berpotensi mengalami gangguan pada saraf pergelangan tangan apabila posisi kerja tidak ergonomis.

"Jadi dokter okupasi itu adalah dokter yang mempelajari ilmu kedokteran terkait pekerjaan. Contohnya apa? Penyakit akibat bekerja, kemudian penilaian kelayakan bekerja, kemudian kelayakan kembali bekerja, kemudian juga yang kami pelajari termasuk menilai derajat kecacatan."

Menurut dr. Zulkifli, tanpa identifikasi penyebab yang tepat, pasien bisa terus menjalani pengobatan sementara faktor pemicu di tempat kerja tidak pernah diperbaiki. Karena itu, dokter okupasi juga melakukan penilaian terhadap lingkungan kerja dan cara seseorang melakukan pekerjaannya.

Ia menambahkan perbaikan posisi kerja maupun kebiasaan saat bekerja menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan sehingga keluhan tidak kembali muncul.

"Oh ternyata setelah diperiksa oleh dokter okupasi, oh ini terkait karena posisi tangannya terlalu lama statis, oh mejanya terlalu tinggi sehingga pergelangannya nekuk, dipakai berjam-jam sarafnya terjadi radang. Nah, jadi ternyata nanti dengan dokter okupasi akan ketahuan nih, oh karena pekerjaan sehingga nanti keluhannya membaik dan diharapkan bisa sembuh dan produktif."

dr. Zulkifli mengingatkan pekerja maupun instansi tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika muncul keluhan kesehatan, tetapi juga perlu mengenali faktor risiko di lingkungan kerja agar penyakit akibat kerja dapat dicegah sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....