Kenali Retinoblastoma, Deteksi Dini Selamatkan Penglihatan Anak

  • 22 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Retinoblastoma merupakan kanker mata yang menyerang retina, yaitu lapisan di bagian belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya. Penyakit ini paling sering ditemukan pada bayi dan anak usia di bawah tiga tahun, serta termasuk salah satu jenis kanker anak yang memiliki peluang sembuh tinggi apabila terdeteksi sejak dini.

Dari laman ayosehat.kemkes.go.id bahwa retinoblastoma dapat terjadi pada satu maupun kedua mata. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen RB1 yang dapat bersifat diturunkan dari orang tua (herediter) maupun terjadi secara spontan setelah anak lahir (non-herediter). Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan retinoblastoma dianjurkan menjalani pemeriksaan mata sejak usia satu bulan untuk meningkatkan peluang deteksi dini.

Orang tua perlu mewaspadai sejumlah tanda awal retinoblastoma, seperti munculnya pantulan putih pada pupil mata saat terkena cahaya atau saat difoto menggunakan lampu kilat (leukokoria), mata juling, mata kemerahan atau bengkak tanpa sebab yang jelas, bola mata tampak menonjol, hingga anak kesulitan mengikuti gerakan benda. Penurunan penglihatan sering kali tidak disadari karena hanya menyerang satu mata.

Retinoblastoma merupakan satu-satunya kanker pada anak yang dapat dideteksi secara sederhana melalui pemeriksaan pantulan cahaya pada mata atau red reflex test. Bila pantulan mata tampak putih, anak harus segera dirujuk ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini terbukti meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mempertahankan fungsi penglihatan.

Penanganan retinoblastoma disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Pilihan terapi meliputi kemoterapi, radioterapi, hingga operasi pengangkatan bola mata (enukleasi) apabila tumor sudah berukuran besar atau penglihatan tidak dapat diselamatkan. Setelah pengobatan, pasien tetap memerlukan pemantauan berkala sedikitnya selama dua tahun guna memastikan tidak terjadi kekambuhan.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan pada mata anak, terutama munculnya gejala "mata kucing" atau pantulan putih pada pupil. Semakin cepat retinoblastoma dikenali dan ditangani, semakin besar peluang anak untuk sembuh dan terhindar dari komplikasi berat, termasuk kebutaan maupun penyebaran kanker ke organ lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....