Kemampuan Memahami Bahasa Jadi Fondasi Anak Autisme untuk Berkomunikasi
- 30 Jun 2026 03:07 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kemampuan memahami bahasa atau receptive language menjadi fondasi penting sebelum anak dengan autisme diajarkan berbicara. Hal tersebut disampaikan Terapis Intervensi Penawar Special Learning Center Malaysia, Nur Ashikin Binti Ramli, dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Nur Ashikin, banyak orang tua berfokus pada kemampuan anak mengucapkan kata-kata. Padahal, kemampuan memahami instruksi dan makna percakapan justru harus dibangun lebih dahulu.
Ia menjelaskan bahwa anak yang belum mampu berbicara belum tentu tidak memahami apa yang disampaikan orang lain. Karena itu, stimulasi untuk meningkatkan pemahaman bahasa harus menjadi prioritas.
"Yang paling penting adalah kemampuan memahami atau receptive. Sebelum anak bisa berbicara, dia harus lebih dulu memahami arahan yang diterima," ujar Nur Ashikin.
Nur Ashikin mengatakan anak nonverbal tetap dapat berkomunikasi melalui berbagai cara, seperti menunjuk, menarik tangan orang lain, tersenyum, maupun menangis. Bentuk komunikasi tersebut perlu dihargai sekaligus dikembangkan secara bertahap.
Ia menambahkan, orang tua dapat melatih kemampuan memahami bahasa dengan mengajak anak menjawab pertanyaan sederhana mengenai aktivitas sehari-hari, kemudian meningkatkannya secara bertahap sesuai perkembangan anak.
"Walaupun anak belum bisa berbicara, selama dia bisa mendengar dan memahami, itu menjadi modal yang sangat besar untuk perkembangan komunikasinya," katanya.
Nur Ashikin menegaskan bahwa setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga proses belajar berkomunikasi tidak dapat dipaksakan. Pendampingan yang konsisten dari keluarga dan tenaga profesional menjadi kunci agar kemampuan bahasa anak terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....