Perawat Malaysia Tolak Rencana Rekrutmen Perawat Indonesia Massal

  • 14 Jun 2026 13:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Rencana Malaysia untuk merekrut ribuan perawat dari Indonesia guna mengatasi kekurangan tenaga kesehatan mendapat penolakan dari Asosiasi Perawat Pria Malaysia atau Malaysian Male Nurses Association. Organisasi tersebut menyatakan keberatan terhadap usulan perekrutan perawat Indonesia tanpa adanya kajian menyeluruh yang mempertimbangkan aspek profesional, keselamatan pasien, serta dampaknya terhadap tenaga kesehatan lokal.

Dalam pernyataan resminya pada 12 Juni, MMN menegaskan bahwa sikap mereka bukan didasarkan pada keraguan terhadap profesionalisme tenaga kesehatan Indonesia. Sebaliknya, organisasi tersebut menilai bahwa setiap kebijakan perekrutan tenaga asing harus melalui studi yang komprehensif agar tidak menimbulkan masalah baru dalam sistem pelayanan kesehatan Malaysia di masa mendatang.

Salah satu kekhawatiran utama yang disampaikan adalah adanya perbedaan standar pendidikan keperawatan, kualifikasi akademik, prosedur klinis, hingga kemampuan komunikasi dalam Bahasa Melayu dan dialek lokal. Menurut MMN, faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien apabila tidak diantisipasi dengan baik melalui proses adaptasi dan pelatihan yang memadai.

Selain itu, organisasi tersebut menyoroti masih banyaknya lulusan keperawatan lokal yang belum memperoleh penempatan tetap di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Mereka berpendapat bahwa pemerintah seharusnya memprioritaskan penyerapan tenaga kesehatan dalam negeri sebelum membuka perekrutan dalam jumlah besar dari luar negeri. Kebijakan yang tidak direncanakan secara matang dikhawatirkan dapat memengaruhi peluang kerja warga Malaysia.

MMN juga meminta Kementerian Kesehatan Malaysia, Departemen Imigrasi, Komisi Pelayanan Publik, dan instansi terkait untuk melakukan kajian mendalam terhadap implikasi hukum, profesional, sosial ekonomi, serta keselamatan pasien sebelum mengambil keputusan. Mereka mengusulkan agar dilakukan perbandingan kompetensi secara transparan serta penerapan sistem pengawasan dan evaluasi yang ketat apabila perekrutan tenaga asing tetap dilaksanakan.

Di sisi lain, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan Malaysia. Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Raden Mohammad Iman Hascarya Kusumo, sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia mampu menyediakan hingga 15.000 perawat untuk bekerja di Malaysia. Hal itu didukung oleh kapasitas pendidikan keperawatan Indonesia yang menghasilkan sekitar 65.000 lulusan perawat setiap tahunnya.

Usulan kerja sama ini muncul di tengah krisis kekurangan tenaga perawat yang sedang dihadapi Malaysia. Kementerian Kesehatan Malaysia dilaporkan mengalami kekurangan hampir 15.000 perawat dengan tingkat kekosongan jabatan mencapai sekitar 18 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh migrasi tenaga kesehatan ke luar negeri, tingginya beban kerja, serta meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia yang membutuhkan layanan kesehatan. Meski demikian, perdebatan mengenai perekrutan perawat Indonesia menunjukkan bahwa solusi terhadap krisis tenaga kesehatan memerlukan keseimbangan antara kebutuhan layanan medis, perlindungan tenaga kerja lokal, dan keselamatan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....