Metode BCCT Fokus Bangun Life Skill Anak Sejak Usia Dini
- 30 Jun 2026 01:06 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pembelajaran bagi anak usia dini, termasuk anak dengan autisme, dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan keterampilan hidup atau life skill justru menjadi fondasi penting agar anak mampu tumbuh lebih mandiri dan siap menghadapi kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Avicenna Cendikia Medan, Dr. Dhina Melinda, dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026. Ia menjelaskan pengembangan life skill menjadi salah satu prinsip utama dalam metode Beyond Center and Circle Time (BCCT).
Menurut Dhina, pendekatan tersebut tidak hanya mengembangkan kemampuan membaca, menulis, atau berhitung, tetapi juga membangun delapan kecerdasan majemuk (multiple intelligence) yang dimiliki setiap anak melalui berbagai aktivitas bermain.
"Yang kita bangun bukan hanya kecerdasan akademis atau kognitif. Ada kecerdasan bahasa, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, sampai kreativitas yang semuanya bisa diamati ketika anak bermain," ujarnya.
Selain mengembangkan kecerdasan majemuk, metode BCCT juga melatih tujuh keterampilan hidup dasar atau seven essential life skills. Keterampilan tersebut meliputi kemampuan fokus, pengendalian diri, komunikasi, berpikir kritis, memahami sudut pandang orang lain, menerima tantangan, hingga kemampuan belajar secara mandiri.
Dhina menjelaskan seluruh keterampilan tersebut berkaitan erat dengan fungsi eksekutif otak yang berperan dalam mengatur perilaku, pengambilan keputusan, serta kemampuan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, stimulasi perlu diberikan sejak usia dini melalui aktivitas yang sesuai dengan perkembangan anak.
Ia mengatakan guru maupun orang tua dapat membangun keterampilan tersebut melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara berulang dan konsisten. Anak diajak mengikuti aturan, menyelesaikan tugas, menunggu giliran, hingga berani mencoba tantangan baru sesuai kemampuannya.
"Tujuannya adalah meningkatkan fungsi eksekutif anak. Perlahan-lahan akan muncul fokus, kemampuan mengendalikan diri, komunikasi, sampai akhirnya tumbuh inisiatif dari dalam diri anak," katanya.
Dhina berharap orang tua tidak hanya mengukur keberhasilan anak dari nilai akademik. Menurutnya, keterampilan hidup yang dibangun sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak dengan autisme untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....