Pengaturan Lingkungan Belajar Jadi Bagian Penting dalam Metode BCCT untuk Anak Au
- 30 Jun 2026 09:04 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Lingkungan belajar yang nyaman dan terstruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar anak dengan autisme. Penataan ruang, penyusunan aktivitas, hingga pemberian arahan yang konsisten dinilai mampu membantu anak lebih siap mengikuti pembelajaran.
Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Avicenna Cendikia Medan, Dr. Dhina Melinda, saat memaparkan materi dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026. Menurutnya, metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) menempatkan pengaturan lingkungan sebagai pijakan awal sebelum anak mulai belajar.
Dhina menjelaskan dalam metode BCCT terdapat empat pijakan utama, yakni pijakan lingkungan, pijakan sebelum bermain, pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Keempat tahapan tersebut dirancang agar anak memperoleh pengalaman belajar yang sistematis dan mudah dipahami.
"Pijakan lingkungan itu bagaimana kita men-setting tempat agar nyaman buat anak. Untuk anak autisme, catatan mengenai lingkungan yang mereka butuhkan sangat detail, mulai dari kebisingan, suhu, hingga penataan ruangnya," ujarnya.
Menurut Dhina, guru perlu mempersiapkan lingkungan belajar sesuai kebutuhan masing-masing anak. Tidak hanya menyediakan alat bermain, tetapi juga mengatur posisi, jumlah peserta didik, hingga mengurangi faktor yang berpotensi mengganggu konsentrasi anak.
Ia menambahkan rasio guru dan peserta didik juga menjadi perhatian penting. Untuk kelas reguler, satu guru idealnya mendampingi maksimal sepuluh anak. Sementara pada kelas yang melibatkan anak berkebutuhan khusus, diperlukan pendamping tambahan agar setiap anak memperoleh perhatian sesuai kebutuhannya.
| Baca juga: Cara Menghadapi Krisis Identitas pada Remaja |
Selain penataan ruang, guru juga perlu memberikan gambaran mengenai aktivitas yang akan dilakukan. Anak diajak memahami aturan, urutan kegiatan, dan batas waktu sebelum memulai permainan sehingga mereka merasa lebih siap mengikuti pembelajaran.
"Kalau untuk anak ASD, setiap kali kita menyampaikan prosedur, mereka sudah punya gambaran apa yang akan dilakukan. Itu membuat mereka merasa lebih nyaman karena aktivitasnya bisa diprediksi," kata Dhina.
Ia berharap sekolah maupun orang tua mulai memperhatikan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Menurutnya, suasana yang nyaman akan membantu anak dengan autisme lebih mudah beradaptasi sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menerima berbagai stimulasi pembelajaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....