Kesehatan Pencernaan Berpengaruh terhadap Emosi dan Perilaku Anak dengan Autism

  • 29 Jun 2026 21:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Masalah kesehatan pencernaan menjadi salah satu kondisi yang paling sering dialami anak dengan autisme. Gangguan seperti sembelit, diare, sakit perut, hingga intoleransi terhadap makanan tertentu tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga berdampak pada emosi dan perilaku anak.

Ahli Gizi Nivetha A/P Ramachandran menjelaskan bahwa kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan fungsi pencernaan, sistem kekebalan tubuh, hingga keseimbangan bakteri baik di dalam saluran cerna.

Menurutnya, ketika kesehatan usus terganggu, anak berpotensi mengalami perubahan suasana hati, mudah marah, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami gangguan tidur.

"Kalau kesihatan usus tidak baik, ia boleh mengganggu emosi juga. Mereka mudah marah, tantrum, tidak boleh fokus dalam pembelajaran dan juga boleh mengganggu tidur," ujarnya.

Nivetha mengatakan orang tua perlu memperhatikan pola buang air besar anak. Sembelit yang berlangsung berhari-hari maupun diare berulang dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang perlu ditangani lebih lanjut.

Untuk membantu mengatasi sembelit, ia menyarankan peningkatan konsumsi serat dilakukan secara bertahap tanpa memaksa anak menerima makanan baru. Selain itu, anak juga perlu dibiasakan minum air putih yang cukup dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Ia juga menganjurkan orang tua memanfaatkan sumber probiotik dan prebiotik alami seperti yogurt, pisang, tempe, dan oat untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus.

"Sebagai diet, saya lebih menyarankan probiotik dan prebiotik diperoleh daripada makanan semula jadi seperti yogurt, pisang, tempe dan oat sebelum mempertimbangkan suplemen," katanya.

Nivetha menambahkan diet eliminasi, seperti bebas gluten atau bebas kasein, tidak dapat diterapkan kepada seluruh anak dengan autisme. Menurutnya, pola makan tersebut hanya dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing anak dan sebaiknya melalui konsultasi dengan ahli gizi agar tidak menimbulkan kekurangan nutrisi yang justru menghambat proses tumbuh kembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....