Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Pola Makan Seimbang bagi Anak dengan Autisme
- 29 Jun 2026 20:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pola makan yang seimbang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan autisme. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, pola makan yang tepat juga berpengaruh terhadap kualitas tidur, kesehatan pencernaan, hingga kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Ahli Gizi Nivetha A/P Ramachandran dalam materi bertajuk Tidur, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan pada Autisme dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026, Kamis, 11 Juni 2026. Menurutnya, banyak anak dengan autisme memiliki kebiasaan memilih makanan tertentu sehingga berisiko mengalami kekurangan zat gizi.
Ia menjelaskan anak dengan autisme umumnya memiliki preferensi yang kuat terhadap warna, tekstur, aroma, maupun suhu makanan. Kondisi tersebut membuat mereka cenderung hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu dalam jangka waktu yang lama.
| Baca juga: Rahasia Pisang di Tiap Kematangan |
"Ada sesetengah kanak-kanak mereka hanya mahu makan ayam sahaja, ada yang tidak suka nasi, ada juga yang tidak suka sayur berwarna hijau. Sebab itu kita panggil mereka sebagai picky eater," ujarnya.
Menurut Nivetha, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan asupan zat besi, serat, vitamin B12, vitamin D, kalsium, folat, omega-3, hingga zinc menjadi tidak mencukupi. Padahal, nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan fungsi kognitif anak.
Ia mengatakan kekurangan nutrisi dapat ditandai dengan mudah lelah, gangguan tidur, sembelit, daya tahan tubuh menurun, hingga kesulitan berkonsentrasi saat belajar. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan variasi makanan yang dikonsumsi anak setiap hari.
| Baca juga: Menu Lengkap Gizi untuk Anak Aktif |
Nivetha menyarankan agar orang tua tidak memaksa anak langsung menerima makanan baru. Sebaliknya, makanan tersebut dapat diperkenalkan secara bertahap dengan mengombinasikannya bersama makanan yang sudah disukai anak.
"Kalau anak tidak mahu makan makanan baharu, jangan dipaksa. Berikan sedikit demi sedikit dan gabungkan dengan makanan kegemaran mereka supaya mereka boleh belajar menerima makanan itu," katanya.
Ia berharap orang tua semakin memahami bahwa pemenuhan nutrisi pada anak dengan autisme memerlukan kesabaran dan konsistensi. Dengan pola makan yang lebih beragam, kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi sehingga mendukung perkembangan fisik maupun kemampuan belajarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....