RRI.CO.ID,Batam - Kembang dengan nama latin Sesbania grandiflora ini sudah sejak lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
Bagaimana tidak, kembang ini kaya akan antioksidan, asam amino, mineral, dan vitamin. Kembang turi memiliki cita rasa kuat dan pahit dan dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah terlebih dahulu.
Di Indonesia, kembang ini biasanya banyak dikonsumsi sebagai tumisan atau lalapan. Manfaat kembang turi berasal dari beragam kandungan di dalamnya yang kaya akan nutrisi, seperti tanin, flavonoid, saponin, protein, fitosterol, dan vitamin C. Berkat sejumlah kandungannya tersebut,
Kembang turi dapat memberikan beragam manfaat, seperti :
1. Mengobati sariawan
Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa kembang turi bisa bermanfaat untuk mengobati sariawan. Hal ini dapat terjadi karena kembang yang memiliki warna merah atau putih ini kaya akan vitamin C.
Mengingat sariawan merupakan peradangan di dalam mulut yang umumnya terjadi akibat kekurangan vitamin C, maka kandungan vitamin C pada kembang turi diyakini dapat membantu mengobati sariawan. Selain itu, vitamin C pada buah turi juga mampu menjaga daya tahan tubuh sehingga dapat mengurangi risiko sariawan.
2. Mengobati jerawat
Kembang turi juga kerap digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi jerawat. Manfaat ini diduga berasal dari kandungan antibakteri dan antioksidan di dalamnya, seperti tanin, flavonoid, dan saponin, yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat serta meredakan peradangan pada kulit.
Meski begitu, penggunaan kembang turi untuk jerawat masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan belum terbukti sepenuhnya efektif secara medis, terutama untuk jerawat hormonal atau jerawat batu yang sudah parah. Pada kondisi jerawat berat, penanganan dari dokter tetap diperlukan, misalnya dengan obat oles. Jadi, kembang turi sebaiknya hanya digunakan sebagai perawatan pendukung, bukan pengobatan utama. Untuk menggunakannya, minyak atau ekstrak kembang turi dapat dioleskan secukupnya pada area kulit yang berjerawat.
3. Mencegah diare
Kembang turi juga dapat digunakan untuk mengatasi diare, karena mengandung senyawa alami tanin. Senyawa yang bersifat antioksidan ini mampu mencegah penyerapan zat beracun penyebab diare.
Selain itu, sifat antibakteri yang terkandung di dalam kembang turi juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare.
4. Meredakan demam
Kandungan fitosterol pada kembang turi juga diketahui bisa meredakan demam. Fitosterol memiliki sifat antiradang dan antipiretik yang berguna untuk meredakan atau mengurangi demam.
Selain itu, kandungan fitosterol di dalam kembang turi juga menunjukkan aktivitas analgesik yang signifikan sehingga efektif untuk meredakan demam.
5. Mempercepat penyembuhan luka
Kembang turi juga diketahui dapat membantu dalam proses penyembuhan luka. Manfaat ini dapat diambil dari ekstrak metanol kembang turi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ekstrak tersebut mampu menyembuhkan luka secara signifikan.
Meski begitu, penelitian terkait manfaat kembang turi untuk penyembuhan luka masih terbatas sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut.
6. Mencegah diabetes
Berkat kandungan senyawa tanin dan saponin di dalamnya, kembang turi dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit diabetes. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tanin dan saponin dapat membantu menurunkan gula darah.
Selain itu, kandungan asam klorogenat pada kembang turi juga mampu mengontrol kadar gula darah, Akan tetapi, efektivitas kandungan pada kembang turi untuk mengurangi kadar gula darah masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
7. Menurunkan tekanan darah
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa flavonoid pada kembang turi dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini bisa terjadi karena flavonoid memiliki sifat vasodilator sehingga mampu melebarkan pembuluh darah. Saat pembuluh darah melebar, aliran darah menjadi lancar dan tekanan darah pun menurun.