RRI.CO.ID, Batam - Epilepsi merupakan salah satu masalah pada sistem saraf pusat akibat terganggunya aliran listrik di otak. Kondisi ini dapat memicu terjadinya gerakan tidak terkontrol berupa kejang yang bisa terjadi kapan saja. Kejang umumnya bisa kambuh bila pengobatan tidak dilakukan dengan tepat.
Saat epilepsi kambuh, kejang yang terjadi dapat mengganggu aktivitas, bahkan mencederai penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai penyebab epilepsi kambuh agar risiko terjadinya kejang dapat diminimalkan.
Meski 70% penyebab terjadinya epilepsi belum bisa dipastikan, penyakit ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki keluarga dengan riwayat epilepsi serta mengalami cedera otak, mengitis, stroke, dan demensia.
Lain halnya dengan penyebab epilepsi yang belum diketahui pasti, kambuhnya epilepsi bisa disebabkan oleh beberapa kondisi.
| Baca juga: Kandungan Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan |
Berikut ini adalah beberapa pemicu yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang pada penderita epilepsi :
1. Konsumsi obat tidak teratur
Tidak mengonsumsi obat epilepsi secara teratur merupakan penyebab epilepsi kambuh yang utama. Ini karena obat antilepsi berfungsi untuk menstabilkan aktivitas listrik di otak, sehingga kejang berulang pun dapat dicegah.
Oleh karena itu, orang dengan epilepsi perlu mengonsumsi obat antiepilepsi setiap hari agar kadar obat di dalam tubuhnya bisa tetap stabil. Dengan begitu, risiko kambuhnya epilepsi bisa dicegah.
Jika Anda melewatkan satu dosis obat epilepsi, segera minum obat begitu ingat dan tetap ikuti jadwal konsumsi berikutnya. Namun, jangan pernah mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.
| Baca juga: Kembang Turi dan Manfaatnya Bagi Kesehatan |
2. Kurang tidur
Penderita epilepsi yang kurang tidur, khususnya tidur malam, berisiko lebih tinggi mengalami kejang yang menjadi gejala utama epilepsi. Hal ini terjadi karena ketika kurang tidur, fungsi otak akan terganggu, sehingga menyebabkan peningkatan aktivitas listrik abnormal yang bisa memicu terjadinya kejang.
3. Kilatan cahaya
Sekitar 3% penderita epilepsi mengalami kejang yang dipicu oleh kilatan cahaya atau disebut juga epilepsi fotosensitif. Kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja.
Beberapa contoh cahaya yang menjadi pemicu terjadinya kejang epilepsi fotosensitif adalah lampu flash kamera, cahaya yang terlalu terang dari layar TV maupun gadget, dan cahaya matahari yang berkilau dari pantulan air.
4. Kurang asupan nutrisi
Kekurangan asupan nutrisi, seperti magnesium, kalsium, natrium, dan vitamin B6 dapat mengganggu fungsi dan aktivitas listrik di otak. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan kejang pada penderita epilepsi. Selain itu, kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) juga dapat meningkatkan terjadinya kejang.
| Baca juga: Kacang Kapri dan Manfaatnya untuk Kesehatan |
Oleh karena itu, Anda bisa mencegah kambuhnya epilepsi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi untuk otak, seperti telur, ikan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan.
5. Menstruasi
Menstruasi bisa menjadi salah satu penyebab epilepsi kambuh. Perubahan hormonal yang terjadi saat menstruasi dapat memengaruhi sel saraf otak, sehingga memicu terjadinya kejang saat menstruasi.
Kondisi ini disebut sebagai epilepsi katamenial atau kejang yang sering terjadi pada waktu-waktu tertentu, termasuk selama siklus menstruasi pada wanita yang menderita epilepsi.
6. Obat-obatan tertentu
Penyebab epilepsi kambuh juga bisa terjadi karena konsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Ada beberapa jenis obat yang menjadi penyebab epilepsi kambuh, seperti obat antiradang dan obat alergi yang mengandung diphendramine.
Beberapa jenis dan kandungan obat tersebut dapat mengganggu sistem saraf pusat, termasuk meningkatkan risiko terjadinya kejang pada penderita epilepsi. Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan bebas.