Dokter Singapura Berhasil Angkat Tumor Otak Lewat Mata

  • 25 Mei 2026 00:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tim dokter dari National Neuroscience Institute bersama Tan Tock Seng Hospital berhasil mencatat sejarah baru dalam dunia medis setelah sukses mengangkat tumor otak melalui rongga mata pasien. Operasi inovatif tersebut dilakukan pada November 2025 dan menjadi prosedur pertama di Singapura yang menggunakan teknik transorbital neuroendoscopic surgery atau TONES untuk mengangkat tumor otak secara minimal invasif.

Pasien bernama Teong Wen Han, berusia 38 tahun, diketahui mengalami tumor otak berukuran 2,5 sentimeter yang berada tepat di belakang mata kanan. Kondisi tersebut baru terdeteksi setelah ia mengalami kejang saat mengemudi di Central Expressway (CTE) hingga menyebabkan kecelakaan yang merusak beberapa kendaraan dan sebuah tiang lampu di kawasan Bishan, Singapura.

Setelah menjalani pemeriksaan CT scan di rumah sakit, dokter menemukan adanya tumor yang tumbuh dari lapisan pelindung otak atau meninges. Letak tumor yang berada di dasar tengkorak dan sangat dekat dengan saraf optik serta pembuluh darah penting membuat prosedur operasi terbuka konvensional dinilai memiliki risiko tinggi terhadap jaringan otak dan fungsi penglihatan pasien.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, tim medis memilih teknik TONES yang memungkinkan dokter mengakses tumor melalui sayatan kecil di lipatan kelopak mata. Pendekatan ini dinilai lebih aman karena memberikan jalur langsung menuju tumor tanpa perlu membuka sebagian besar tulang tengkorak seperti operasi otak tradisional.

Operasi yang berlangsung selama delapan jam itu melibatkan kolaborasi multidisiplin antara ahli bedah saraf, dokter mata, dan spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT). Dalam prosedur tersebut, dokter menggunakan endoskop berkamera kecil untuk memantau area operasi di lorong sempit di belakang rongga mata. Tim medis juga memanfaatkan model cetak tiga dimensi berdasarkan hasil pemindaian pasien untuk melakukan simulasi dan perencanaan operasi secara detail sebelum tindakan dilakukan.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan perkembangan pesat teknologi bedah minimal invasif di dunia medis modern. Teknik transorbital dinilai mampu mengurangi trauma jaringan, mempercepat masa pemulihan pasien, serta meminimalkan bekas luka permanen pada wajah maupun kepala. Pasien pun dilaporkan dapat pulang dari rumah sakit hanya tiga hari setelah operasi tanpa mengalami komplikasi neurologis maupun gangguan penglihatan.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi dunia bedah saraf di Singapura dan membuka peluang penerapan teknik serupa untuk penanganan kasus tumor otak lainnya di masa depan. Inovasi dalam bidang teknologi medis dan kolaborasi antarspesialis diyakini akan terus mendorong lahirnya metode pengobatan yang lebih aman, efektif, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....