Singapura Berhasil Lakukan Operasi Tumor Otak Lewat Rongga Mata

  • 23 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tim dokter di Singapura berhasil melakukan operasi pengangkatan tumor otak melalui rongga mata untuk pertama kalinya di negara tersebut. The Straits Times melaporkan prosedur medis itu dilakukan oleh tim gabungan dari National Neuroscience Institute dan Tan Tock Seng Hospital menggunakan teknik minimally invasive bernama transorbital neuroendoscopic surgery atau TONES.

Operasi tersebut dilakukan terhadap seorang pasien bernama Teong Wen Han yang diketahui memiliki tumor otak berukuran sekitar 2,5 sentimeter di belakang mata kanannya. Tumor itu ditemukan setelah pria berusia 38 tahun tersebut mengalami kejang saat mengemudi hingga mengalami kecelakaan di jalan tol Central Expressway atau CTE di Singapura.

“Hal terakhir yang saya ingat adalah memberikan buah kepada orang tua saya sebelum memulai perjalanan,” kata Teong Wen Han seperti dikutip The Straits Times.

Setelah kecelakaan terjadi, Teong dibawa ke rumah sakit dan menjalani sejumlah pemeriksaan termasuk CT scan. Dari hasil pemeriksaan itulah dokter menemukan adanya tumor yang tumbuh dari lapisan pelindung otak di area yang cukup sulit dijangkau melalui operasi biasa. Posisi tumor yang berada dekat saraf mata dan pembuluh darah membuat operasi konvensional dinilai memiliki risiko lebih besar.

Menurut ahli bedah saraf Jensen Ang, teknik TONES dipilih karena memungkinkan dokter mencapai area tumor tanpa harus membuka bagian besar tengkorak pasien. Metode itu juga dinilai dapat mengurangi gangguan terhadap jaringan otak yang sensitif selama proses operasi berlangsung.

“Daripada masuk dari bagian atas kepala, kami bisa masuk melalui bagian depan,” ujar Profesor Ang Beng Ti mengenai teknik operasi tersebut.

Dalam prosedur itu, dokter mata membuat sayatan kecil sekitar dua sentimeter di lipatan mata agar bekas operasi tidak terlalu terlihat. Setelah itu, sebagian kecil tulang rongga mata dibuka untuk memberi akses bagi alat endoskopi dan instrumen bedah menuju lokasi tumor. Operasi yang berlangsung selama delapan jam tersebut melibatkan dokter bedah saraf, dokter THT, hingga spesialis mata yang bekerja bersama dalam satu tim.

The Straits Times melaporkan tim dokter juga menggunakan model tengkorak hasil cetak 3D berdasarkan hasil pemindaian pasien untuk melakukan simulasi sebelum operasi dilakukan. Langkah itu membantu para dokter menentukan sudut operasi dan meminimalkan risiko kesalahan saat prosedur berlangsung. Setelah operasi selesai, Teong diketahui dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu tiga hari tanpa mengalami komplikasi pada saraf maupun penglihatannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....