Warga Singapura Negatif Hantavirus Usai Karantina Ketat Pemerintah

  • 08 Mei 2026 19:49 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius dipastikan negatif terinfeksi hantavirus, termasuk jenis Andes hantavirus yang menjadi penyebab wabah di kapal tersebut. Informasi itu diumumkan oleh Communicable Diseases Agency pada 8 Mei 2026 setelah kedua penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan dan isolasi ketat.

Kedua pria tersebut masing-masing berusia 67 tahun dan 65 tahun. Mereka sebelumnya ditempatkan dalam isolasi di National Centre for Infectious Diseases sebagai langkah pencegahan. Salah satu pria kembali ke Singapura pada 2 Mei, sementara satu lainnya tiba pada 6 Mei 2026 setelah turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi secara resmi.

Meski hasil tes awal menunjukkan negatif, otoritas kesehatan Singapura tetap mewajibkan keduanya menjalani karantina selama 30 hari sejak paparan terakhir. Langkah ini dilakukan karena sebagian besar kasus hantavirus biasanya menunjukkan gejala dalam periode tersebut. Setelah masa karantina selesai, keduanya akan kembali menjalani tes sebelum memasuki masa pemantauan lanjutan selama 45 hari melalui pengawasan via telepon.

Kasus ini menarik perhatian internasional karena kedua pria tersebut berada dalam penerbangan yang sama dengan seorang perempuan yang kemudian meninggal dunia akibat infeksi Andes hantavirus. Perempuan itu sebelumnya ikut dalam perjalanan dari Pulau Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan, bersama puluhan penumpang lainnya setelah turun dari kapal pesiar.

Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan WHO telah memberi tahu 12 negara yang warganya turun di Saint Helena, termasuk Singapura. WHO juga mengingatkan kemungkinan munculnya kasus tambahan mengingat masa inkubasi virus Andes yang cukup panjang.

Pakar penyakit menular dari National University of Singapore, Hsu Li Yang, mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena risiko penularan luas sangat rendah. Ia menjelaskan bahwa Andes virus merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia secara terbatas, berbeda dengan jenis hantavirus lain yang umumnya menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Meski demikian, Andes hantavirus dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi, mencapai 30 hingga 50 persen. Gejalanya meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan, gangguan pencernaan, hingga kesulitan bernapas yang dapat berkembang cepat menjadi syok dan kematian. Pemerintah Singapura pun terus meningkatkan pengawasan kesehatan serta koordinasi internasional guna memastikan potensi penyebaran virus dapat dicegah sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....