Dua Warga Singapura Diisolasi usai Paparan Virus Hantavirus Mematikan

  • 07 Mei 2026 19:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dua warga Singapura yang berada di atas kapal pesiar MV Hondius dilaporkan menjalani isolasi dan pemeriksaan medis di National Centre for Infectious Diseases (NCID) setelah muncul wabah Andes hantavirus di kapal tersebut. Otoritas Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura menyatakan pihaknya menerima pemberitahuan terkait kedua kasus tersebut pada 4 dan 5 Mei 2026.

Kedua warga tersebut diketahui sempat berada di kapal MV Hondius yang berlayar dari pelabuhan Ushuaia, Argentina, pada 1 April lalu. Mereka juga disebut pernah berada dalam satu penerbangan dengan salah satu pasien hantavirus terkonfirmasi yang kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan. Meski demikian, pasien yang meninggal itu tidak pernah melakukan perjalanan ke Singapura.

Salah satu warga yang diperiksa adalah pria Singapura berusia 67 tahun yang tiba di negaranya pada 2 Mei dan mengalami gejala ringan berupa hidung berair. Sementara satu warga lainnya merupakan permanent resident Singapura berusia 65 tahun yang tiba pada 6 Mei dan dilaporkan belum menunjukkan gejala apapun. Hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium keduanya masih menunggu proses analisis.

CDA menjelaskan bahwa apabila hasil tes menunjukkan negatif hantavirus, keduanya tetap harus menjalani karantina selama 30 hari sejak paparan terakhir karena sebagian besar kasus hantavirus biasanya menunjukkan gejala dalam periode tersebut. Setelah itu, keduanya akan kembali menjalani tes sebelum memasuki masa pemantauan lanjutan hingga total 45 hari masa inkubasi berakhir.

Hingga saat ini, delapan kasus hantavirus telah dikaitkan dengan klaster kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menilai risiko penyebaran global masih tergolong rendah, namun tetap meminta seluruh penumpang kapal untuk memantau kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel debu yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus. Namun khusus Andes virus yang ditemukan di beberapa wilayah Amerika Selatan diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia, meski kasusnya tergolong jarang.

Para ahli penyakit menular mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat bepergian ke daerah yang memiliki risiko hantavirus. Wisatawan disarankan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan pengerat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami demam, nyeri tubuh, gangguan pernapasan, atau gejala saluran cerna setelah melakukan perjalanan internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....