Mengapa Durasi Tidur REM Adalah Kunci Kesehatan Mental Anda

  • 30 Apr 2026 11:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam -Selama bertahun-tahun, banyak orang terjebak pada mitos bahwa kuantitas tidur (angka 8 jam yang keramat itu) adalah satu-satunya indikator istirahat yang berkualitas. Namun, memasuki tahun 2026, para ahli saraf semakin menekankan bahwa kualitas di dalam durasi tersebut jauh lebih krusial. Salah satu fokus utamanya adalah REM (Rapid Eye Movement).

Mengapa Durasi REM Begitu Penting?

Para peneliti sepakat bahwa REM bukan sekadar "bonus" tidur, melainkan sesi "pemeliharaan sistem" yang wajib bagi otak. Berikut adalah alasan mengapa durasi REM yang cukup sangat vital:

- Pemrosesan Emosional: REM bertindak sebagai "terapis semalam". Otak memproses pengalaman emosional hari itu, membantu meredam trauma, dan menyeimbangkan suasana hati (mood). Kurang REM sering kali membuat seseorang menjadi lebih reaktif dan mudah marah keesokan harinya.

- Konsolidasi Memori: Jika Anda sedang belajar keterampilan baru atau menghafal materi, REM adalah tombol "Save" di otak Anda. Fase ini membantu memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Kreativitas dan Pemecahan Masalah: Saat REM, otak membuat koneksi antar-ide yang tidak biasa. Itulah sebabnya banyak solusi masalah muncul secara tiba-tiba setelah kita bangun tidur.

"Melewatkan tidur REM sama saja dengan mematikan komputer saat proses pembaruan sistem sedang berjalan. Segalanya mungkin tampak baik-baik saja di awal, tapi lama-kelamaan sistem akan error." Analogi Pakar Kesehatan Tidur.

Risiko Jika Durasi REM Terpangkas

Secara ideal, tidur REM harus mencakup sekitar 20% hingga 25% dari total waktu tidur orang dewasa. Jika durasi ini terus berkurang akibat begadang atau konsumsi alkohol berlebih, risikonya tidak main-main:

- Penurunan Kognitif: Sulit fokus dan sering lupa.

- Gangguan Mental: Risiko depresi dan kecemasan meningkat secara signifikan.

- Kesehatan Fisik: Penelitian terbaru menunjukkan hubungan antara durasi REM yang rendah dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Tips Mendapatkan REM yang Optimal

Untuk memastikan Anda mendapatkan durasi REM yang cukup, konsistensi adalah kunci. Karena durasi REM terlama terjadi di akhir masa tidur (menjelang pagi), memangkas waktu bangun (misalnya hanya tidur 4-5 jam) berarti Anda kehilangan porsi REM terbesar Anda.

- Kurangi Alkohol dan Kafein: Keduanya adalah musuh utama tidur REM.

- Pertahankan Jadwal Tetap: Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

- Ciptakan Lingkungan Sejuk: Suhu ruangan yang dingin membantu tubuh memasuki fase tidur dalam dan REM dengan lebih stabil.

Jangan hanya mengejar durasi tidur yang panjang, pastikan otak Anda punya cukup waktu untuk "bermain" di fase REM. Tidur bukan sekadar mengistirahatkan tubuh, tapi memberikan ruang bagi otak untuk menata ulang dirinya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....