Alasan Mengapa Diet Terasa Lebih Berat Seiring Usia
- 28 Apr 2026 09:51 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pernahkah Anda merasa bahwa menurunkan berat badan di usia 30-an atau 40-an terasa jauh lebih sulit dibandingkan saat masih berusia 20-an? Meski sudah mengurangi porsi makan atau rajin bergerak, angka di timbangan seolah enggan bergeser.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan Anda saja. Secara biologis, tubuh memang mengalami perubahan signifikan seiring bertambahnya usia. Berikut adalah beberapa faktor utama mengapa menurunkan berat badan menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok usia dewasa :
1. Penurunan Massa Otot (Sarkopenia)
Mulai usia 30 tahun, manusia secara alami kehilangan sekitar 3% hingga 5% massa otot setiap dekadenya. Mengapa ini penting? Otot adalah jaringan yang membakar lebih banyak kalori daripada lemak, bahkan saat kita sedang beristirahat. Ketika massa otot berkurang, mesin pembakar kalori dalam tubuh pun ikut melambat.
2. Perubahan Hormonal
Hormon memainkan peran besar dalam pengelolaan berat badan. Pada wanita, penurunan estrogen menjelang masa menopause dapat memicu penumpukan lemak di area perut. Sementara pada pria, penurunan hormon testosteron juga berkontribusi pada berkurangnya massa otot dan melambatnya metabolisme.
| Baca juga: Dampak Kebanyakan Makan Telur bagi Kesehatan |
3. Metabolisme Basal yang Melambat
Laju Metabolisme Basal (BMR) adalah jumlah energi yang dibakar tubuh untuk menjalankan fungsi dasar seperti bernapas dan memompa darah. Seiring bertambahnya usia dan berkurangnya massa otot, nilai BMR ini menurun. Artinya, jika kita makan dalam jumlah yang sama seperti sepuluh tahun lalu, tubuh kita sekarang cenderung menyimpannya sebagai cadangan lemak karena kebutuhan energi dasar yang sudah berkurang.
4. Tingkat Stres dan Kualitas Tidur
Semakin dewasa, tanggung jawab pekerjaan dan keluarga seringkali meningkatkan level stres. Hormon kortisol yang muncul akibat stres kronis dapat memicu nafsu makan berlebih, terutama pada makanan manis. Selain itu, masalah insomnia atau penurunan kualitas tidur di usia dewasa terbukti mengganggu hormon ghrelin dan leptin yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
5. Gaya Hidup yang Lebih Sedenter
Tanpa disadari, mobilitas kita cenderung berkurang seiring bertambahnya usia. Pekerjaan di belakang meja atau kelelahan setelah beraktivitas membuat kita lebih banyak duduk dibandingkan saat masa muda yang lebih aktif secara fisik.
Meski menantang, bukan berarti mustahil. Kunci utama di usia dewasa bukan lagi sekadar membatasi kalori secara ekstrem, melainkan fokus pada latihan beban untuk menjaga massa otot dan memastikan asupan protein yang cukup setiap harinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....