Fakta di Balik Penggunaan Parfum di Leher Menurut Ahli

  • 12 Apr 2026 21:58 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Menyemprotkan parfum di area leher sudah menjadi kebiasaan yang cukup umum dilakukan oleh banyak orang. Area ini sering dipilih karena berada dekat dengan titik nadi, sehingga suhu tubuh yang hangat dapat membantu menyebarkan aroma parfum dengan lebih maksimal. Tak heran jika banyak yang menganggap bahwa menyemprotkan parfum di leher dapat membuat wanginya lebih tahan lama dan tercium lebih kuat.

Namun di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan mengenai keamanannya, terutama karena letak leher yang berdekatan dengan kelenjar tiroid. Beberapa orang khawatir bahwa kandungan kimia dalam parfum bisa berdampak pada kesehatan, khususnya pada sistem hormon tubuh. Kekhawatiran ini tidak sepenuhnya tanpa alasan, mengingat sejumlah bahan dalam parfum memang diketahui berpotensi memengaruhi sistem endokrin, yaitu sistem yang berfungsi mengatur produksi dan keseimbangan hormon.

Meski demikian, para ahli menjelaskan bahwa lokasi penyemprotan parfum, termasuk di leher, sebenarnya tidak memberikan risiko khusus terhadap kelenjar tiroid. Zat kimia yang terdapat dalam parfum memang dapat diserap melalui kulit, tetapi setelah itu akan masuk ke aliran darah dan mengalami proses pengenceran sebelum mencapai organ-organ dalam tubuh. Dengan proses tersebut, paparan zat kimia tidak langsung terfokus pada satu titik tertentu, sehingga menyemprotkan parfum di leher tidak serta-merta lebih berbahaya dibandingkan di area tubuh lainnya.

Walaupun demikian, bukan berarti penggunaan parfum bisa dilakukan tanpa pertimbangan. Para ahli tetap menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih produk parfum yang digunakan. Sebaiknya, perhatikan kandungan bahan di dalamnya dan hindari zat-zat tertentu seperti ftalat dan paraben yang diketahui berpotensi mengganggu keseimbangan hormon jika terpapar dalam jangka panjang.

Selain itu, penting juga untuk memahami bahwa paparan bahan kimia tidak hanya berasal dari parfum saja. Zat serupa juga dapat ditemukan dalam berbagai produk sehari-hari, seperti plastik, produk pembersih rumah tangga, makanan dalam kemasan, hingga pestisida. Oleh karena itu, menjaga paparan tetap dalam batas wajar menjadi langkah yang lebih relevan dibandingkan hanya menghindari satu sumber tertentu.

Dengan demikian, menyemprotkan parfum di leher pada dasarnya masih tergolong aman untuk dilakukan. Selama digunakan secara wajar dan disertai dengan pemilihan produk yang tepat, kebiasaan ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Yang terpenting adalah tetap bijak dalam penggunaan dan lebih memperhatikan kandungan yang terdapat dalam produk yang digunakan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....