Ahli Gizi Sebut Gula Bantu Awet Muda

  • 01 Apr 2026 06:41 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Seorang ahli gizi, Athena Connell, menyampaikan bahwa gula sebenarnya memiliki peran penting bagi tubuh wanita, termasuk dalam membantu memperlambat proses penuaan, meskipun selama ini sering mendapat citra negatif di dunia kesehatan.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Hindustan Times, Athena menilai anggapan bahwa gula adalah penyebab utama berbagai penyakit tidak sepenuhnya tepat. Ia bahkan menyebut bahwa menghindari gula secara ekstrem bisa berdampak kurang baik, terutama bagi wanita yang ingin menjaga kesehatan, kesuburan, serta keseimbangan tubuh.

Melalui unggahan di Instagram pada 21 Maret, Athena juga menyoroti tren kesehatan dan kecantikan yang mendorong wanita untuk mengurangi konsumsi gula sekaligus menambahkan suplemen kolagen. Menurutnya, pendekatan ini tidak selalu efektif dan cenderung mahal.

Ia menjelaskan bahwa kolagen tidak bisa langsung memberikan manfaat hanya dengan dikonsumsi. Tubuh membutuhkan energi untuk memproduksi kolagen secara alami, dan energi tersebut berasal dari ATP yang dihasilkan dari glukosa atau gula.

Gula sendiri berperan sebagai sumber energi utama, khususnya bagi otak. Kekurangan gula dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, sulit fokus, hingga mudah stres. Selain itu, energi dari gula juga membantu proses metabolisme, termasuk dalam menjaga produksi kolagen untuk kesehatan kulit.

Athena menambahkan, keberadaan glukosa memberi sinyal bagi tubuh untuk beristirahat, memperbaiki jaringan, dan membangun kembali sel-sel tubuh secara optimal. Sebaliknya, ketika asupan gula terlalu rendah, tubuh akan meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin untuk mempertahankan energi.

Jika kondisi ini berlangsung lama, tubuh bisa masuk ke fase katabolik, yaitu memecah jaringan sendiri sebagai sumber energi. Akibatnya, alih-alih memperbaiki kulit, tubuh justru merusaknya, sehingga manfaat kolagen yang dikonsumsi menjadi tidak maksimal.

Ia menegaskan bahwa kulit sehat tidak hanya bergantung pada asupan kolagen, tetapi juga pada ketersediaan energi yang cukup untuk memproduksi dan memanfaatkannya. Dalam hal ini, gula menjadi salah satu faktor penting yang mendukung proses tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....