Gaya Hidup Sehat Jaga Kesehatan Mitokondria
- 02 Mar 2026 10:19 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Mitokondria dikenal sebagai pusat pembangkit energi sel yang berperan mengubah nutrisi dari makanan menjadi adenosin trifosfat (ATP), yakni sumber utama energi seluler. Organel ini terdapat hampir di seluruh sel eukariotik.
Mengutip laporan Channel News Asia, Minggu (1/3), para ahli menjelaskan bahwa mitokondria tak hanya berfungsi menghasilkan energi, tetapi juga mendukung sistem kekebalan tubuh, memproduksi peptida sebagai pembawa pesan antarkomponen tubuh, serta berperan penting dalam pemeliharaan sel secara keseluruhan.
Dekan Sekolah Gerontologi Leonard Davis di University of Southern California, Dr. Pinchas Cohen, menyebut penurunan fungsi mitokondria berkaitan dengan berbagai gejala dan penyakit yang muncul seiring penuaan, seperti Alzheimer dan kanker. Menurutnya, mitokondria lebih rentan mengalami kerusakan dibandingkan bagian sel lain karena tingkat keausan yang tinggi.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Dr. Vamsi Mootha, profesor biologi sistem di Harvard Medical School. Ia menilai gangguan pada mitokondria bisa jadi merupakan dampak dari proses penuaan dan penyakit, bukan penyebab utamanya.
Terlepas dari perdebatan tersebut, para pakar sepakat bahwa gaya hidup berperan besar dalam menjaga kesehatan mitokondria. Olahraga, misalnya, secara konsisten terbukti meningkatkan fungsi organel ini. Dalam sebuah studi, biopsi otot paha menunjukkan peningkatan jumlah serta kualitas mitokondria setelah peserta menjalani program latihan selama delapan minggu. Kombinasi latihan daya tahan dan kekuatan disebut memberikan hasil paling optimal.
Profesor biologi kimia dan sistem di Stanford University sekaligus penulis buku Daria Mochly-Rosen menjelaskan bahwa aktivitas fisik memicu penggunaan dan kerusakan ringan pada mitokondria, yang kemudian mendorong tubuh memperbarui dan memperkuat organel tersebut.
Selain olahraga, pola makan seimbang juga menjadi kunci. Para ahli menyarankan konsumsi karbohidrat tinggi serat dan lemak dari sumber berkualitas, seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, alpukat, serta ikan. Mitokondria diketahui mampu memanfaatkan glukosa maupun asam lemak sebagai sumber energi.
Mikronutrien tertentu, terutama vitamin B dan antioksidan, turut berperan penting. Namun, para pakar mengingatkan agar kebutuhan nutrisi dipenuhi lewat pola makan sehat, bukan semata-mata mengandalkan suplemen.
Tidur yang cukup, sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam, juga krusial. Saat tidur, mitokondria melakukan proses pembersihan dengan membuang komponen yang rusak setelah aktivitas seharian.
Sementara itu, paparan suhu ekstrem seperti rendaman es, sauna, maupun terapi cahaya merah kerap diklaim bermanfaat bagi mitokondria. Meski demikian, sebagian besar penelitian masih terbatas pada hewan atau uji laboratorium, sehingga efektivitasnya pada manusia belum dapat dipastikan secara ilmiah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....