Mengenal Virus Nipah, Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai

  • 28 Jan 2026 15:37 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Virus Nipah pertama kali dikenali pada tahun 1999 selama wabah di kalangan peternak babi di Malaysia. Tidak ada wabah baru yang dilaporkan di Malaysia sejak tahun 1999. Penyakit ini juga teridentifikasi di Bangladesh pada tahun 2001, dan wabah hampir terjadi setiap tahun di negara tersebut sejak saat itu. Penyakit ini juga telah teridentifikasi secara berkala di India bagian timur.

Dilansir dari web resmi WHO bahwa Virus Nipah (NiV) adalah virus Zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia. Pada orang yang terinfeksi, virus ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis yang fatal. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi, yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para petani. 

 

Infeksi pada manusia berkisar dari infeksi tanpa gejala hingga infeksi pernapasan akut (ringan, berat), dan ensefalitis yang berakibat fatal.

Penderita infeksi awalnya akan mengalami gejala termasuk demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan. Gejala ini dapat diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang mengindikasikan ensefalitis akut. Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang parah, yang berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. 

Masa inkubasi (interval dari infeksi hingga munculnya gejala) diyakini berkisar antara 4 hingga 14 hari. Namun, masa inkubasi selama 45 hari pernah dilaporkan.

Langkah pencegahan Virus Nipah antara lain menghindari konsumsi buah atau produk olahan yang berpotensi terkontaminasi kelelawar, menjaga kebersihan makanan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, tenaga kesehatan diimbau untuk menerapkan protokol pencegahan infeksi secara ketat saat menangani pasien dengan gejala yang mencurigakan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Virus Nipah sebagai salah satu penyakit prioritas yang memerlukan pengawasan global. Kesadaran masyarakat terhadap virus ini menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya wabah, terutama di wilayah yang berpotensi menjadi jalur penularan penyakit Zoonosis.

Dengan mengenali Virus Nipah sejak dini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri serta lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....