Pengertian dan Indikator Prasangka

  • 17 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Prasangka (prejudice) adalah suatu sikap ketidak-sukaan yang kuat dan tidak berdasar, atau kebencian terhadap seseorang atau kelompok orang tertentu berdasarkan keyakinan stereotip negatif karena adanya penilaian tanpa melihat karakteristik unik dari seseorang atau sekelompok orang hanya didasari keanggotaan mereka pada kelompok tersebut. Banyak orang yang membentuk dan memiliki prasangka karena dengan berprasangka dapat memainkan sebuah peran penting untuk melindungi atau meningkatkan konsep diri atau citra diri individu.

Prasangka adalah sikap antipati yang berlandaskan pada cara menggeneralisasi yang salah dan tidak fleksibel, serta prasangka sebagai suatu evaluasi negatif seseorang atau sekelompok orang terhadap orang atau kelompok lain, semata-mata karena orang atau sekelompok orang itu merupakan anggota kelompok lain yang berbeda (outgroup) dari kelompoknya sendiri (ingroup).

Berikut definisi dan pengertian prasangka atau prejudice dari beberapa sumber buku:

Menurut Baron dan Byrne (2004), prasangka adalah sikap yang biasanya negatif terhadap anggota-anggota suatu kelompok yang hanya didasari keanggotaan mereka pada kelompok tersebut.

Menurut Gerungan (1988), prasangka adalah perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, seperti golongan ras atau kebudayaan, yang berlainan dengan golongan orang yang berprasangka itu.

Menurut Liliweri (2005), prasangka adalah suatu sikap positif atau negatif berdasarkan keyakinan stereotip kita tentang anggota dari kelompok tertentu. Prasangka meliputi keyakinan untuk menggambarkan jenis pembedaan terhadap orang lain sesuai dengan peringkat nilai yang kita berikan.

Menurut Wade dan Tavris (2007), prasangka adalah ketidak-sukaan yang kuat dan tidak berdasar, atau kebencian terhadap sebuah kelompok, yang didasarkan pada stereotip yang negatif.

Menurut Sarwono (2006), prasangka adalah sikap, emosi, atau perilaku negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu, hal ini disebabkan karena adanya penilaian tanpa melihat karakteristik unik dari seseorang atau sekelompok orang yang dinilai, tetapi penilaian dilakukan berdasarkan karakteristik kelompoknya yang menonjol.

Menurut Abidin (1999), prasangka memiliki tiga indikator utama yaitu perilaku merendahkan intellectual, perilaku merendahkan cultural or individual attributes dan perilaku merendahkan moralitas dari individu atau kelompok yang menjadi objek dari prasangka. Indikator tersebut tidak dapat lepas dari penilaian yang dilakukan oleh kelompok satu terhadap kelompok lain. Selain itu terdapat beberapa indikator lain yang menunjukkan perilaku prasangka pada seseorang, yaitu:

Perilaku menghindar, seseorang dengan prasangka akan cenderung berperilaku menghindar dari kelompok yang diprasangkainya atau dapat pula beranggapan bahwa kelompok yang diprasangkainya cenderung menghindar dari kelompoknya.

Perilaku antisosial, seseorang dengan prasangka akan memandang bahwa kelompok yang diprasangkainya adalah out group dan menolak untuk melakukan kontak sosial dengan kelompok yang diprasangkainya atau dapat pula orang dengan prasangka akan beranggapan bahwa kelompok yang diprasangkainya menganggap kelompoknya adalah out group dan menolak untuk melakukan kontak sosial dengan kelompoknya.

Perilaku kekerasan, orang dengan prasangka akan menilai bahwa kekerasan adalah suatu hal yang wajar untuk mempelakukan kelompok yang diprasangkainya atau dapat pula orang dengan prasangka menganggap bahwa kelompok yang diprasangkainya menilai bahwa kekerasan adalah suatu hal yang wajar untuk memperlakukan kelompoknya.

Perilaku merendahkan religiusitas, seseorang dengan prasangka akan memandang rendah tingkat kereligiusitasan kelompok yang diprasangkainya atau dapat pula seseorang dengan prasangka beranggapan bahwa kelompok yang diprasangkainya memandang rendah tingkat kereligiusitasan kelompoknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....