Berikut Cara Mudah Menghitung Break Even Point

  • 11 Jun 2026 14:29 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Break even point atau BEP adalah titik di mana bisnis kamu tidak mengalami untung atau rugi. Memahami konsep ini sangat penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia bisnis, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap pengertian BEP, fungsinya, serta cara menghitung BEP dengan rumus yang sederhana. Dengan mengetahui break even point, kamu bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola biaya dan penjualan. Mari kita bahas satu per satu agar lebih mudah dipahami, terutama jika kamu baru memulai usaha atau belajar manajemen keuangan.

Apa Itu Break Even Point (BEP)?

Break Even Point (BEP) adalah titik impas ketika total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Pada titik ini, bisnis tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Dengan kata lain, seluruh biaya operasional dan biaya produksi telah tertutupi oleh pendapatan yang diperoleh. Konsep ini sering digunakan dalam analisis keuangan untuk menentukan seberapa banyak produk atau jasa yang harus dijual agar bisnis bisa bertahan.

Konsep BEP banyak digunakan oleh:

Pemilik usaha

Investor

Manajer keuangan

Pengusaha UMKM

Startup dan perusahaan besar

Karena dapat membantu menentukan target penjualan minimum agar bisnis tetap berjalan secara berkelanjutan. Misalnya, sebuah usaha kopi memiliki total biaya tetap sebesar Rp10 juta per bulan. Jika keuntungan per gelas kopi setelah dikurangi biaya variabel adalah Rp10.000, maka usaha tersebut harus menjual 1.000 gelas kopi untuk mencapai titik impas. Setelah melewati angka tersebut, penjualan tambahan akan mulai menghasilkan keuntungan.

Fungsi Break Even Point dalam Bisnis

Analisis BEP memiliki berbagai manfaat bagi pelaku usaha.

  1. Menentukan Target Penjualan

BEP membantu perusahaan mengetahui jumlah minimum produk yang harus terjual agar tidak mengalami kerugian.

  1. Membantu Menentukan Harga Jual

Dengan memahami struktur biaya, perusahaan dapat menetapkan harga yang mampu menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan.

  1. Membantu Perencanaan Keuangan

BEP dapat digunakan untuk membuat proyeksi pendapatan dan kebutuhan modal usaha.

  1. Mengukur Kelayakan Bisnis

Sebelum memulai usaha baru, analisis BEP sering digunakan untuk menilai apakah model bisnis yang direncanakan layak dijalankan.

  1. Membantu Pengambilan Keputusan

Manajemen dapat menggunakan BEP untuk mengevaluasi strategi ekspansi, investasi aset baru, atau peluncuran produk baru.

Rumus Menghitung BEP yang Perlu Kamu Ketahui

Ada beberapa rumus menghitung BEP yang umum digunakan. Rumus dasar untuk BEP dalam unit adalah:

BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)

Sementara untuk BEP dalam rupiah, rumusnya adalah:

BEP (rupiah) = Biaya Tetap / Contribution Margin Ratio

Contribution Margin Ratio dihitung dengan (Harga Jual – Biaya Variabel) / Harga Jual. Rumus-rumus ini sederhana tapi sangat powerful jika diterapkan dengan data yang akurat. Pastikan kamu membedakan dengan jelas antara biaya tetap dan variabel sebelum menghitung.

Misalnya sebuah bisnis memiliki data berikut:

Biaya tetap: Rp10.000.000

Harga jual per unit: Rp100.000

Biaya variabel per unit: Rp60.000

Maka perhitungannya adalah:

BEP = Rp10.000.000 ÷ (Rp100.000 – Rp60.000)

BEP = Rp10.000.000 ÷ Rp40.000

BEP = 250 unit

Artinya, bisnis tersebut harus menjual minimal 250 unit produk agar mencapai titik impas atau break even point. Jika penjualan melebihi 250 unit, maka setiap penjualan tambahan berpotensi menghasilkan keuntungan.

Jika ingin mengetahui BEP dalam nilai penjualan, kamu dapat mengalikan hasil BEP unit dengan harga jual per unit:

BEP (rupiah) = 250 × Rp100.000 = Rp25.000.000

Dengan kata lain, bisnis tersebut perlu menghasilkan penjualan sebesar Rp25 juta untuk mencapai titik impas.

Sumber : Kasih Maharani, https://reku.id/campus/apa-itu-break-even-point-bep

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....