Amazon Gelar Workshop AI Gratis untuk 1200 Siswa
- 26 Apr 2026 18:38 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perusahaan teknologi Amazon meluncurkan program edukasi bertajuk Amazon Think Big Program yang menyediakan 60 workshop gratis di bidang kecerdasan buatan dan robotika bagi sekitar 1.200 siswa. Program ini menyasar pelajar usia 9 hingga 16 tahun, termasuk dari komunitas kurang terlayani, untuk memperluas akses terhadap pendidikan STEM.
Workshop akan digelar di Punggol Regional Library hingga Juni, sebelum berpindah ke Jurong Regional Library mulai Juli hingga Desember 2026. Setiap lokasi akan menyelenggarakan empat sesi per bulan, dengan pendaftaran dibuka melalui situs National Library Board.
Program ini tidak hanya fokus pada pembelajaran teknologi seperti AI, cloud computing, coding, dan robotika, tetapi juga memberi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan insinyur Amazon. Mereka juga dikenalkan pada berbagai peluang karier di bidang teknologi melalui pengalaman belajar yang kreatif dan praktis.
Sebanyak 20 persen dari total peserta dialokasikan khusus bagi siswa dari kelompok masyarakat kurang terlayani, termasuk organisasi seperti Suncare SG dan Mendaki. Selain itu, 240 siswa lainnya akan dilibatkan melalui program komunitas yang digagas oleh South East Community Development Council.
Dalam sesi coding, siswa diajarkan berpikir komputasional dengan membuat game dan program interaktif. Sementara itu, workshop robotika memungkinkan peserta merakit perangkat dan robot sederhana. Di kelas AI, siswa diperkenalkan pada konsep machine learning dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, termasuk pemahaman dasar tentang large language models.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Amazon, National Library Board, dan Vivita Singapore. Setiap sesi dipandu oleh instruktur Vivita serta relawan dari Amazon, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan inspiratif.
Saat peluncuran program pada 18 April di Punggol Regional Library, Janil Puthucheary menyampaikan bahwa program seperti ini memberi peluang bagi siswa untuk menyadari bahwa mereka mampu membentuk masa depan melalui teknologi. Ia menekankan bahwa pembelajaran teknologi bukan sekadar teori, melainkan sarana untuk memecahkan masalah nyata.
Salah satu peserta, Seraphina Jerunisha (11), mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membuka pemahamannya terhadap sains. Ia merasa metode pembelajaran langsung membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus lebih menarik dibandingkan pembelajaran biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....