Meta Luncurkan Layanan Media Sosial Premium Berbayar

  • 28 Mei 2026 19:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam –Meta resmi meluncurkan layanan berbayar untuk platform media sosial mereka yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Kebijakan baru tersebut menjadi langkah besar perusahaan dalam memperluas sumber pendapatan di luar iklan digital yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis mereka.

Program berlangganan itu hadir melalui layanan Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus. Untuk Instagram dan Facebook, Meta mematok harga sekitar 3,99 dolar AS per bulan, sementara WhatsApp Plus dibanderol 2,99 dolar AS per bulan. Meski demikian, Meta memastikan layanan dasar ketiga aplikasi tersebut tetap dapat digunakan secara gratis oleh pengguna umum.

Dalam layanan premium tersebut, pengguna akan memperoleh sejumlah fitur tambahan yang sebelumnya tidak tersedia di versi reguler. Instagram Plus misalnya menawarkan fitur analitik story yang lebih detail, kemampuan memperpanjang durasi story, anonim saat melihat story pengguna lain, hingga personalisasi tampilan profil. Facebook Plus menghadirkan fitur serupa untuk kebutuhan interaksi sosial dan penguatan jangkauan konten. Sementara WhatsApp Plus lebih berfokus pada personalisasi seperti tema eksklusif, sticker premium, nada dering khusus, serta kapasitas pin chat yang lebih banyak.

Meta menyebut peluncuran layanan berbayar ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan menghadapi meningkatnya biaya investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perusahaan induk Facebook tersebut saat ini diketahui menggelontorkan dana sangat besar untuk pembangunan pusat data AI dan pengembangan teknologi generatif.

Selain layanan Plus, Meta juga mulai menguji paket langganan berbasis AI dengan nama Meta One. Paket ini nantinya akan memberikan akses lebih luas terhadap fitur AI generatif, termasuk pembuatan gambar, video, hingga kemampuan chatbot premium.

Peluncuran layanan berbayar ini sekaligus menandai perubahan besar dalam model bisnis media sosial global. Jika sebelumnya platform sosial sepenuhnya bergantung pada iklan, kini perusahaan teknologi mulai mengarah pada model hybrid, yakni kombinasi layanan gratis dan premium berbasis langganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....