Singapura Percepat Adopsi AI lewat Program Champions of AI

  • 02 Mar 2026 19:59 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Singapura menyiapkan langkah strategis baru untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan di dunia usaha. Melalui program bertajuk Champions of AI, perusahaan akan didorong menjadikan AI sebagai fondasi utama dalam operasional, inovasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Rincian program tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong, saat memaparkan rencana anggaran kementeriannya di parlemen pada Senin, 2 Maret 2026.

Pada tahap awal, program ini akan diuji coba oleh sejumlah perusahaan berbasis di Singapura sebelum diterapkan lebih luas. Perusahaan yang terlibat harus menunjukkan keseriusan menjadikan AI sebagai motor peningkatan produktivitas, pendorong inovasi, serta sumber pertumbuhan pendapatan.

Peserta program akan memperoleh pendampingan yang dirancang khusus, mulai dari penyusunan peta jalan transformasi AI, akses ke penyedia solusi berpengalaman, hingga pelatihan bagi jajaran pimpinan dan karyawan. Tenaga kerja juga akan dibekali keterampilan baru agar mampu mengisi peran bernilai tinggi yang didukung teknologi AI.

Gan mencontohkan DBS sebagai salah satu pelopor penerapan AI. Bank tersebut disebut telah menanamkan AI di seluruh lini operasional serta membekali sekitar 40.000 pegawainya dengan pemahaman dasar dan pengalaman praktis terkait AI.

“Para juara AI adalah para perintis,” ujarnya. “Kami akan belajar dari pengalaman mereka, menunjukkan arah ke depan, dan memberi perusahaan lain kepercayaan diri untuk melangkah lebih cepat dan lebih dalam dalam perjalanan AI mereka.”

Selain itu, Gan juga memaparkan misi-misi AI yang sebelumnya diumumkan dalam Anggaran 2026, mencakup sektor manufaktur maju, konektivitas, keuangan, dan layanan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah dan pelaku industri akan merumuskan persoalan spesifik di tiap sektor yang dapat diatasi dengan AI. Di sekitar setiap misi tersebut, akan dibangun ekosistem pendukung untuk mempercepat pengembangan dan penerapan teknologi.

Misi-misi AI ini diperkirakan akan menciptakan kebutuhan keterampilan baru serta membentuk klaster keahlian di Singapura.

“Misi AI berfungsi sebagai bendera pemersatu untuk menarik talenta dan perusahaan AI global yang berfokus pada penerapan dunia nyata,” kata Gan.

Di luar program Champions of AI, Singapura juga menyiapkan kawasan khusus live-work bagi ekosistem AI di One-North. Kawasan bernama Kampong AI ini akan menjadi komunitas startup pertama di negara tersebut yang menggabungkan ruang kerja dan hunian dalam satu area.

Pengembangan Kampong AI akan memanfaatkan dua gedung tujuh lantai. Salah satunya difungsikan sebagai gedung AI dengan luas sekitar 14.500 meter persegi yang mampu menampung hingga 70 perusahaan dan ruang acara, sementara gedung lainnya disiapkan sebagai hunian dengan lebih dari 200 unit.

Kawasan ini ditargetkan rampung pada 2028 dan berada dekat dengan stasiun MRT One-North serta Kent Ridge.

Menurut JTC, Kampong AI dirancang sebagai ruang temu bagi para pendiri startup AI, talenta teknologi, korporasi, investor, pembangun ventura, hingga kalangan akademisi untuk bersama-sama menjawab tantangan nyata yang dapat diselesaikan dengan AI.

Tahap percontohan Kampong AI akan dimulai bulan ini dengan memanfaatkan ruang kerja yang telah ada di One-North. Sejumlah pemain AI ternama disebut telah menjajaki kehadiran di komunitas tersebut.

Kampong AI juga melanjutkan inisiatif jaringan co-working Lorong AI yang telah beroperasi di Cross Street serta Vidacity di LaunchPad @ One-North.

Menteri Negara Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Siow Huang, menilai keberadaan ruang kolaborasi sangat penting bagi pemimpin dan praktisi AI untuk bertukar gagasan dan menciptakan produk baru, dan Kampong AI diharapkan menjawab kebutuhan tersebut.

JTC menambahkan bahwa kedekatan kawasan ini dengan perusahaan teknologi besar seperti Grab, Razer, dan Sea, serta institusi riset seperti National University of Singapore dan Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), akan membuka peluang kolaborasi dan mempercepat proses pengembangan skala bisnis.

Sebagai pelengkap, kawasan One-North juga akan diperbarui dengan penambahan jalur penghubung tertutup serta lebih banyak pilihan fasilitas makanan dan minuman. Sementara itu, LaunchPad baru di Punggol Digital District dijadwalkan dibuka bertahap akhir tahun ini dengan fokus pada solusi kota cerdas, fintech, robotika, dan keamanan siber.

Gan menegaskan bahwa Kampong AI diharapkan menjadi penggerak utama kolaborasi dan berfungsi sebagai “pusat gravitasi” keunggulan AI nasional.

“Upaya-upaya ini, Champions of AI, Misi AI, dan Kampong AI akan memposisikan Singapura sebagai tempat di mana solusi AI dibangun, diuji, dan ditingkatkan skalanya, memberdayakan perusahaan di seluruh perekonomian, serta membangun kepemimpinan AI di sektor-sektor kunci,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....