Indonesia Tawarkan Investasi Infrastruktur Air IKN di Singapore Water Week

  • 27 Jun 2024 19:31 WIB
  •  Batam

KBRN, Singapura: Indonesia memaparkan peluang investasi dibidang infrastruktur penyediaan air dalam bentuk kemitraan publik-swasta dan kolaborasi B2B.


Hal ini dipaparkan Indonesia di tengah perhelatan Singapore International Water Week 2024 dalam diskusi Forum Bisnis bertajuk “Peluang Investasi Infrastruktur Air di Indonesia”.


Diskusi ini melibatkan sejumlah pembicara terkemuka, yakni Ir. Insanul Khamil, Wakil Ketua Bidang Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Infrastruktur, KADIN, Basilio Dias Araujo, Mantan Staf Ahli/Penasihat Senior, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Republik Indonesia, Andria Buchara, Direktur, Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC)/Atase Investasi, Kementerian Investasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.



Diskusi tersebut menyoroti berbagai peluang dan tantangan penting dalam meningkatkan infrastruktur air Indonesia untuk memenuhi permintaan di masa mendatang.


Dalam diskusi tersebut, didiskripsikan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan 15% penduduk memperoleh akses air minum yang aman pada 2024, 30% memperoleh akses air minum perpipaan, dan 100% rumah tangga memperoleh akses air minum yang layak.


Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan anggaran sebesar Rp.130 triliun, dengan 24% diharapkan berasal dari kemitraan publik-swasta dan kolaborasi B2B. Rencana ini menawarkan peluang yang signifikan untuk investasi dalam infrastruktur dan teknologi air.



Area investasi air lainnya termasuk proyek penyediaan air di Kawasan Industri Kariangau dan Balikpapan, yang sangat penting untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara yang baru. Selain itu, ada kebutuhan untuk penyediaan air bersih bagi kapal laut, karena banyak pelabuhan besar saat ini tidak dapat memenuhi permintaan air bersih.


Area lain yang menjanjikan adalah pembangkit listrik tenaga air, dengan potensi energi terbarukan Indonesia sebesar 94%, atau 95 GW, yang sebagian besar masih belum dimanfaatkan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....