Selandia Baru Konfirmasi Kasus Perdana Flu Burung H5
- 16 Jul 2026 10:10 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Selandia Baru mengonfirmasi temuan pertama virus flu burung H5 di wilayahnya setelah seekor burung laut migran jenis brown skua dinyatakan positif terinfeksi. Burung tersebut ditemukan di Pantai Petone, Wellington, dan hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Dilansir dari AFP, kasus ini menjadi perhatian pemerintah karena virus H5 telah menyebabkan wabah pada unggas dan burung liar di berbagai negara, dengan tingkat kematian yang tinggi.
Menteri Biosecurity Selandia Baru, Andrew Hoggard, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukannya kasus tersebut.
"Kami meminta masyarakat Selandia Baru untuk tetap waspada setelah seekor burung laut jenis brown skua yang ditemukan di Pantai Petone, Wellington, dinyatakan positif terinfeksi flu burung H5," kata Andrew Hoggard.
Meski demikian, pemerintah memastikan belum ada tanda-tanda penyebaran virus ke populasi burung liar lainnya.
"Sejauh ini kami belum menemukan bukti adanya penularan antarburung liar maupun kematian massal satwa liar akibat virus tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Australia yang selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya benua yang bebas dari virus H5 juga melaporkan kasus pertamanya pada Juni lalu. Hingga kini, otoritas setempat telah mengonfirmasi sebanyak 14 kasus.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Selandia Baru telah melakukan vaksinasi terhadap populasi burung penangkaran dari lima spesies yang berstatus paling terancam punah, yaitu kakapo, takahe, shore plover, black stilt, dan orange-fronted parakeet.
Selandia Baru memiliki ekosistem yang unik karena sebelum kedatangan manusia tidak terdapat mamalia darat. Kondisi tersebut membuat banyak burung endemiknya, termasuk kiwi, berevolusi tanpa kemampuan untuk terbang sehingga memerlukan perlindungan yang lebih besar.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada otoritas apabila menemukan sedikitnya tiga burung yang sakit dalam satu lokasi agar dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....