Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Algarve Portugal, Tak Timbulkan Kerusakan

  • 28 Jun 2026 16:29 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Algarve, Portugal selatan, pada Minggu pagi waktu setempat. Menurut Institut Laut dan Atmosfer Portugal (IPMA), gempa terjadi pada pukul 07.59 dan sempat dirasakan oleh warga di sejumlah kota, termasuk Lagos dan Portimão. Meski getarannya cukup terasa, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

IPMA menjelaskan bahwa pusat gempa berada di Samudra Atlantik, sekitar 70 kilometer dari Tanjung St. Vincent atau Cape St. Vincent. Lokasi tersebut memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki aktivitas seismik karena berada di dekat batas pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Afrika. Meski demikian, aktivitas gempa di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir tergolong relatif rendah.

Algarve merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Portugal yang setiap tahun dikunjungi jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara. Wilayah ini terkenal dengan pantai-pantai indah, tebing batu kapur, serta kota-kota pesisir yang ramai dikunjungi selama musim liburan. Beruntung, gempa yang terjadi kali ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Portugal memiliki sejarah panjang terkait aktivitas gempa bumi. Salah satu peristiwa paling dahsyat terjadi pada tahun 1755 ketika gempa besar disertai tsunami melanda ibu kota Lisbon. Bencana tersebut diperkirakan menewaskan antara 30.000 hingga 40.000 orang dan menjadi salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Eropa. Peristiwa itu juga memberikan dampak besar terhadap perkembangan ilmu kebencanaan dan perencanaan kota modern.

Wilayah Lisbon dan Portugal bagian selatan masih mengalami gempa secara berkala setelah tragedi tersebut. Gempa terbesar berikutnya terjadi pada tahun 1969 dengan magnitudo 7,9 yang juga berpusat di lepas pantai Cape St. Vincent. Gempa itu menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, sekaligus mengingatkan bahwa kawasan tersebut tetap memiliki potensi aktivitas tektonik yang signifikan.

Para ahli kebencanaan menjelaskan bahwa sebagian besar gempa bermagnitudo sedang seperti yang terjadi kali ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan serius, terutama jika pusat gempa berada jauh di bawah laut. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk selalu memahami prosedur keselamatan saat terjadi gempa, termasuk menghindari bangunan yang berpotensi runtuh dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.

Hingga kini, otoritas Portugal terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. Meskipun situasi dinyatakan aman, pemantauan rutin tetap dilakukan sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana. Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam, terutama di wilayah yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....