Pemilu Negeri Johor dan Negeri Sembilan Digelar

  • 14 Jun 2026 12:47 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Malaysia bersiap menghadapi dua pemilihan legislatif negara bagian yang penting pada pertengahan tahun 2026. Komisi Pemilihan Umum Malaysia mengumumkan bahwa pemilihan legislatif negara bagian Johor akan dilaksanakan pada 11 Juli 2026, sementara pemungutan suara di Negeri Sembilan dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026. Pengumuman tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Malaysia, Ramlan Harun, setelah rapat khusus yang digelar di Putrajaya.

Selain menetapkan tanggal pemungutan suara, komisi juga mengumumkan jadwal penamaan calon dan pemungutan suara awal. Untuk Johor, hari penamaan calon akan berlangsung pada 27 Juni dengan pemungutan suara awal pada 7 Juli. Sementara itu, Negeri Sembilan akan menggelar penamaan calon pada 18 Juli dan pemungutan suara awal pada 28 Juli. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses demokrasi yang akan menentukan arah pemerintahan kedua negara bagian tersebut untuk beberapa tahun ke depan.

Pemilu Johor diperkirakan akan menjadi perhatian nasional karena melibatkan jumlah pemilih yang sangat besar. Tercatat sebanyak 2.727.926 warga terdaftar sebagai pemilih di Johor, sedangkan Negeri Sembilan memiliki 889.490 pemilih. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam menentukan wakil rakyat dan pemerintahan daerah masing-masing.

Masa kampanye untuk pemilu Johor akan berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak 27 Juni hingga pukul 23.59 waktu setempat pada 10 Juli. Sementara kampanye di Negeri Sembilan akan berlangsung dari 18 Juli hingga 31 Juli. Selama periode tersebut, partai-partai politik dan para kandidat akan berupaya meyakinkan pemilih melalui berbagai program, debat publik, serta kampanye langsung di lapangan.

Pemilu ini digelar setelah Dewan Undangan Negeri Johor dibubarkan pada 1 Juni 2026 untuk membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan ke-16 negara bagian tersebut. Langkah serupa dilakukan di Negeri Sembilan yang membubarkan dewan legislatifnya pada 5 Juni. Pembubaran parlemen daerah merupakan prosedur konstitusional yang lazim dilakukan sebelum penyelenggaraan pemilu negara bagian di Malaysia.

Johor memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan menjadi salah satu pusat ekonomi utama Malaysia. Sementara Negeri Sembilan dikenal sebagai negara bagian yang memiliki pertumbuhan sektor manufaktur, jasa, dan pariwisata yang cukup pesat. Hasil pemilu di kedua wilayah ini diperkirakan akan menjadi indikator penting terhadap dinamika politik Malaysia menjelang agenda politik nasional berikutnya.

Pengamat politik menilai pemilu negara bagian sering kali menjadi barometer kekuatan partai-partai besar di Malaysia. Selain menentukan kepemimpinan lokal, hasil pemungutan suara di Johor dan Negeri Sembilan juga dapat memberikan gambaran mengenai preferensi pemilih terhadap kebijakan ekonomi, pembangunan, serta isu-isu sosial yang berkembang di negara tersebut. Karena itu, perhatian publik dan media terhadap dua pemilu ini diperkirakan akan cukup tinggi hingga hari pemungutan suara berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....