Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan Strategis

  • 14 Jun 2026 08:45 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro, di Kediaman Presiden Kertanegara, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kerja sama, mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Jepang di berbagai bidang strategis.

Dalam pertemuan itu, kedua negara bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi kawasan Indo-Pasifik serta berbagai isu strategis global yang memerlukan kerja sama dan koordinasi antarnegera. Indonesia dan Jepang sepakat bahwa stabilitas kawasan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, keamanan maritim, dan kelancaran jalur perdagangan internasional.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan kerja sama pertahanan melalui implementasi Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang telah ditandatangani pada Mei 2026. Kesepakatan tersebut menjadi landasan baru bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi di bidang pertahanan, termasuk peningkatan kapasitas personel, pertukaran informasi, serta pengembangan teknologi yang mendukung keamanan nasional.

Menteri Pertahanan Jepang menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan pertahanan dengan Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup program pertukaran personel militer, pendidikan dan pelatihan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertahanan. Langkah ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara sekaligus meningkatkan profesionalisme personel.

Selain pengembangan sumber daya manusia, kedua pihak juga membahas penguatan kerja sama keamanan maritim. Sebagai negara yang sama-sama memiliki kepentingan besar terhadap keamanan jalur laut internasional, Indonesia dan Jepang memandang penting peningkatan koordinasi dalam menjaga keamanan perairan, mencegah kejahatan lintas negara, serta menjamin kebebasan navigasi sesuai hukum internasional.

Kerja sama teknologi pertahanan juga menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut. Jepang dikenal memiliki kemampuan industri pertahanan dan teknologi maju yang dapat mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia. Kolaborasi di bidang riset, pengembangan teknologi, dan inovasi pertahanan dinilai dapat memberikan manfaat strategis bagi kedua negara dalam menghadapi tantangan keamanan masa depan.

Hubungan Indonesia dan Jepang selama ini terus berkembang sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Selain di bidang pertahanan, kedua negara juga aktif bekerja sama dalam sektor ekonomi, investasi, infrastruktur, energi, dan pendidikan. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Menteri Pertahanan Jepang ini semakin menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan yang berkontribusi pada stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....