Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik, 3 Tewas 7 Terinfeksi
- 05 Mei 2026 16:18 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Wabah hantavirus mematikan dilaporkan terjadi di sebuah kapal pesiar yang kini berada di perairan Atlantik dekat Cape Verde. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi dua kasus positif, sementara lima lainnya masih dalam kategori dugaan.
Sekitar 150 penumpang masih berada di atas kapal MV Hondius, yang sebelumnya berlayar dari Argentina pada Maret dengan mayoritas penumpang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol. Saat ini kapal tersebut berada di lepas pantai Afrika Barat.
Dari total tujuh kasus yang teridentifikasi, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, satu dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya hanya mengalami gejala ringan, menurut laporan WHO.
Korban meninggal terdiri dari sepasang warga Belanda serta satu warga Jerman. Sementara itu, seorang warga Inggris telah dipindahkan dari kapal saat berada di Ascension dan kini menjalani perawatan di Afrika Selatan.
Pihak operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan bahwa kondisi di dalam kapal relatif stabil dan penumpang tetap tenang. Mereka tengah mengatur proses pemeriksaan kesehatan serta opsi penurunan penumpang, termasuk kemungkinan berlayar menuju wilayah Spanyol seperti Las Palmas atau Tenerife.
WHO menegaskan bahwa ancaman penularan ke masyarakat luas tergolong kecil, mengingat hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat dan jarang menyebar antar manusia.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Cape Verde meminta kapal tetap berada di laut dan tidak merapat ke daratan.
Kasus pertama dialami seorang pria asal Belanda yang meninggal pada 11 April saat kapal menuju Tristan da Cunha. Jenazahnya baru diturunkan pada 24 April di Pulau Saint Helena, dengan didampingi istrinya.
Namun, beberapa hari kemudian sang istri juga jatuh sakit dan meninggal dunia. Selain itu, seorang penumpang asal Inggris mengalami kondisi serius dan harus dievakuasi ke Afrika Selatan.
Otoritas setempat telah memastikan pasien asal Inggris tersebut positif hantavirus, sementara Belanda juga mengonfirmasi infeksi yang sama pada korban perempuan.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa MV Hondius sempat mengunjungi sejumlah wilayah terpencil, termasuk Tristan da Cunha di Atlantik Selatan, yang dikenal sebagai salah satu kawasan paling terisolasi di dunia.
Perjalanan kapal ini merupakan ekspedisi wisata alam menuju Antartika, dengan harga tiket yang mencapai 14.000 hingga 22.000 euro atau setara 16.000 hingga 25.000 dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....