Korsel dan AS Gelar Latihan Militer Freedom Shield

  • 25 Feb 2026 15:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - South Korea dan United States akan kembali menggelar latihan militer gabungan tahunan bertajuk Freedom Shield pada 9 hingga 19 Maret mendatang. Informasi tersebut disampaikan pejabat militer kedua negara dalam konferensi pers pada Rabu.

Latihan militer berskala besar ini disebut bersifat defensif dan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan bersama. Meski demikian, kegiatan tersebut kerap menjadi sumber ketegangan dengan North Korea yang selama ini menilai latihan gabungan tersebut sebagai simulasi invasi terhadap wilayahnya.

Selain memperkuat kemampuan pertahanan, Freedom Shield juga menjadi bagian penting dalam persiapan transfer kendali operasional militer masa perang dari Amerika Serikat kepada Korea Selatan. Proses pengalihan komando ini ditargetkan rampung sebelum masa jabatan Presiden Lee Jae Myung berakhir pada tahun 2030.

Latihan tahun ini akan mencakup skenario pencegahan terhadap ancaman senjata nuklir Korea Utara. Pada pelaksanaan sebelumnya, termasuk tahun lalu, latihan difokuskan pada operasi multi-domain serta pelatihan komando guna meningkatkan kesiapan militer kedua negara sekutu tersebut.

Di tengah pelaksanaan latihan, pemerintah Korea Selatan juga terus berupaya memperbaiki hubungan yang sempat tegang dengan Korea Utara. Namun, berbagai pendekatan diplomatik yang dilakukan Seoul sejauh ini belum mendapatkan respons positif dari Pyongyang.

Media Korea Selatan sebelumnya melaporkan adanya usulan untuk mengurangi latihan lapangan dalam Freedom Shield sebagai bagian dari pendekatan diplomasi tersebut. Akan tetapi, rencana itu mendapat penolakan dari pihak Amerika Serikat. Negosiasi terkait penyesuaian latihan masih berlangsung hingga menjelang pelaksanaan.

Sementara itu, Korea Utara saat ini tengah menggelar Kongres Kesembilan Partai Pekerja, agenda politik terbesar di negara tersebut. Para analis memperkirakan kegiatan tersebut dapat ditutup dengan parade militer di Pyongyang guna menampilkan perkembangan terbaru kemampuan persenjataannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....