BBL Esports Singkirkan Team Heretics 2-1, Juara Bertahan Tersingkir!
- 10 Jul 2026 14:15 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Babak playoff Esports World Cup (EWC) Valorant 2026 langsung menghadirkan kejutan besar. Baru sehari fase gugur berlangsung, peluang mempertahankan gelar resmi berakhir setelah Team Heretics tersingkir di tangan BBL Esports. Hasil tersebut memastikan turnamen tahun ini akan melahirkan juara baru.
Pada laga perempat final, BBL Esports sukses mengalahkan Heretics dengan skor 2-1 dalam duel yang berlangsung sengit selama tiga map. Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam BBL setelah sebelumnya kalah dari Heretics pada VCT EMEA Stage 1.
Map pertama Breeze menjadi milik Heretics meski pertandingan berlangsung sangat ketat. Seusai unggul 8-4 pada babak pertama, mereka gagal mempertahankan momentum ketika BBL menyamakan kedudukan melalui empat ronde beruntun. Pertarungan akhirnya berlanjut hingga overtime, di mana Heretics mampu menjaga ketenangan untuk mengunci kemenangan 16-14.
Memasuki Lotus, jalannya pertandingan berubah drastis. BBL tampil jauh lebih agresif sejak ronde awal dan langsung menguasai tempo permainan. Lima ronde beruntun di awal menjadi fondasi dominasi tim asal Turki tersebut, sementara Heretics kesulitan menemukan celah untuk membangun ekonomi maupun strategi.
Perlawanan Heretics hanya mampu menghasilkan sedikit kemenangan ronde sebelum BBL menutup babak pertama dengan keunggulan telak. Pada sisi berikutnya, dominasi BBL terus berlanjut hingga mereka mengamankan Lotus dengan skor mencolok 13-2, memaksa pertandingan berlanjut ke map penentuan.
Bintang BBL, Lar0k, menjadi sosok paling menonjol di map kedua. Permainannya menggunakan Raze benar-benar mendikte jalannya pertandingan. Ia menutup Lotus dengan rating 1,74 serta 354 Average Combat Score (ACS), menjadi motor utama kebangkitan timnya.
Segalanya ditentukan di Sunset, di mana BBL membuka pertandingan dengan kemenangan pistol round dan sempat unggul 4-1. Namun Heretics tidak menyerah begitu saja. Berkat performa impresif RieNs, mereka membalikkan keadaan melalui lima ronde berturut-turut hingga menutup babak pertama dalam posisi unggul 7-5.
Momentum tersebut tidak bertahan lama. Memasuki babak kedua, BBL kembali mengambil alih permainan. Sebuah aksi spektakuler dari Loita, yang mengoleksi empat eliminasi dalam ronde pistol, menjadi titik balik yang mengembalikan keseimbangan pertandingan.
Setelah itu kedua tim terus bertukar kemenangan ronde. Namun beberapa kesalahan mendasar dari Heretics, termasuk kelengahan saat mengamankan area penanaman Spike di B Site, berkali-kali dimanfaatkan BBL untuk mencuri ronde penting. Kesalahan-kesalahan kecil tersebut akhirnya berakumulasi menjadi faktor penentu kekalahan.
BBL akhirnya mengunci kemenangan 13-10 di Sunset sekaligus memastikan kemenangan seri 2-1. Hasil tersebut membawa wakil Turki itu melaju ke babak semifinal, sementara perjalanan Team Heretics sebagai juara bertahan resmi berakhir.
Secara individu, Loita dan Crewen tampil konsisten sepanjang pertandingan dengan memberikan dukungan krusial kepada lini Duelist BBL. Sebaliknya, kapten Heretics Boo menjalani laga yang sulit. Ia hanya memenangi tiga duel pembuka dari total 14 kesempatan, termasuk mengalami lima first death di Sunset, yang membuat Heretics kesulitan mempertahankan kendali permainan pada map penentuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....