Laut Bercerita Melaju ke Cannes 2026
- 15 Mei 2026 12:30 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Film Laut Bercerita karya sutradara Yosep Anggi Noen resmi terpilih untuk dipresentasikan dalam program HAF Goes to Cannes Film Festival yang menjadi bagian dari Marché du Film atau pasar film internasional di Cannes Film Festival 2026. Kabar ini menjadi pencapaian penting bagi perfilman Indonesia karena proyek tersebut akan diperkenalkan langsung kepada distributor, agen penjualan, investor, hingga kurator festival film dari berbagai negara.
Program HAF Goes to Cannes sendiri dikenal sebagai wadah yang mempertemukan proyek-proyek film potensial Asia dengan jaringan industri perfilman internasional. Melalui program tersebut, proyek yang terpilih mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan konsep film mereka di hadapan calon kolaborator global guna membuka peluang kerja sama produksi maupun distribusi internasional.
Sutradara Yosep Anggi Noen dijadwalkan hadir langsung di Cannes untuk memperkenalkan proyek Laut Bercerita sekaligus menampilkan cuplikan pendek film kepada para pelaku industri perfilman dunia. Presentasi itu akan berlangsung di Palais K, Cannes, Prancis, pada pukul 16.15 waktu setempat. Kehadiran Yosep Anggi Noen dinilai penting karena ia dikenal sebagai salah satu sineas Indonesia yang kerap menghadirkan film dengan pendekatan artistik dan isu sosial yang kuat.
Film Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel populer karya Leila S. Chudori yang pertama kali terbit pada 2017. Novel tersebut menjadi salah satu karya sastra Indonesia paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir karena mengangkat tema sejarah kelam Indonesia menjelang runtuhnya rezim Orde Baru pada akhir 1990-an.
Cerita Laut Bercerita berpusat pada tokoh Biru Laut, seorang mahasiswa sekaligus aktivis muda yang aktif dalam gerakan perlawanan terhadap pemerintahan otoriter. Bersama teman-temannya, Laut terlibat dalam diskusi bawah tanah, penyebaran buku-buku terlarang, hingga aksi demonstrasi yang menuntut kebebasan dan keadilan sosial. Namun aktivitas tersebut membuat mereka menjadi target aparat negara.
Situasi berubah menjadi semakin mencekam ketika Laut dan sejumlah aktivis lainnya mengalami penculikan serta penyiksaan. Mereka ditahan secara rahasia dan mengalami berbagai tekanan fisik maupun mental. Film ini nantinya diperkirakan akan menggambarkan sisi kemanusiaan para korban penghilangan paksa, termasuk rasa takut, kehilangan, dan harapan yang masih tersisa di tengah situasi represif.
Selain berfokus pada Laut, cerita juga menyoroti keluarga yang ditinggalkan, terutama sang adik yang terus mencari keberadaan kakaknya setelah menghilang tanpa jejak. Perspektif keluarga korban menjadi salah satu elemen emosional paling kuat dalam kisah ini karena memperlihatkan luka panjang yang harus ditanggung akibat tragedi politik masa lalu.
Laut Bercerita menarik perhatian publik bukan hanya karena popularitas novelnya, tetapi juga karena tema yang diangkat dianggap sangat relevan dan sensitif dalam sejarah Indonesia. Novel karya Leila S. Chudori selama ini dipuji karena berhasil memadukan riset sejarah dengan pendekatan emosional yang kuat sehingga membuat pembaca merasa dekat dengan para tokohnya.
Banyak pembaca juga menilai kisah ini berhasil membuka ruang diskusi mengenai tragedi penghilangan aktivis 1998 yang masih menyisakan berbagai pertanyaan hingga saat ini. Adaptasi filmnya pun sejak awal sudah mendapat perhatian besar karena publik penasaran bagaimana cerita emosional dan kompleks tersebut akan diterjemahkan ke medium visual oleh Yosep Anggi Noen.
Selain faktor cerita, keterlibatan Yosep Anggi Noen juga menjadi alasan mengapa proyek ini begitu dinantikan. Sutradara tersebut dikenal melalui film-film seperti Istirahatlah Kata-Kata dan The Science of Fictions yang memiliki gaya penceritaan artistik serta berani mengangkat isu sosial-politik.
Terpilihnya Laut Bercerita dalam program HAF Goes to Cannes dianggap sebagai langkah besar bagi perfilman Indonesia untuk membawa cerita lokal dengan isu kemanusiaan ke panggung dunia. Banyak pihak berharap film ini tidak hanya sukses secara artistik, tetapi juga mampu memperluas percakapan internasional mengenai sejarah dan kemanusiaan melalui sudut pandang Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....