T1 Pulangkan RRQ 2-1 dari VCT Pacific 2026 Stage 1
- 11 Mei 2026 14:02 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - T1 kembali membuktikan keunggulannya atas Rex Regum Qeon sepanjang musim 2026 usai mengamankan kemenangan 2-1 dan memastikan langkah menuju Vietnam.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan RRQ di turnamen ini. Sementara bagi T1, kemenangan tersebut semakin mempertegas dominasi mereka atas wakil Indonesia sepanjang tahun berjalan.
Sosok paling mencuri perhatian dalam pertandingan ini adalah BuZz. Pemain T1 tersebut tampil sangat tajam di hampir seluruh map dan menjadi ancaman terbesar bagi RRQ selama seri berlangsung.
Haven dipilih RRQ sebagai map pembuka. Tim asal Indonesia itu mencoba pendekatan berbeda dengan memainkan Jemkin menggunakan Waylay serta Monyet memakai Neon.
Strategi tersebut membuat RRQ menjadi tim pertama di playoff Pacific yang memakai Waylay pasca penyesuaian terbaru pada agent tersebut.
T1 sendiri tetap tampil dengan komposisi andalan mereka. BuZz mengisi peran Neon, Meteor menggunakan Phoenix, sementara iZu kembali dipercaya memainkan Chamber berkat fleksibilitasnya.
Bermain dari sisi attack, T1 langsung tampil menekan sejak ronde awal.
BuZz tampil luar biasa agresif dan nyaris tidak bisa dihentikan. Ia mengoleksi 18 kill pada babak pertama sekaligus unggul telak dalam duel pembuka untuk membawa T1 memimpin 8-4 saat pergantian sisi.
Saat memasuki babak kedua, strategi RRQ gagal berkembang sesuai harapan.
Walau sempat menghentikan bonus round milik lawan setelah kalah pistol dan anti-eco, RRQ tidak mampu mempertahankan momentum permainan.
T1 pun terus mengambil alih ronde demi ronde hingga akhirnya mengamankan Haven dengan skor 13-6.
Pertandingan berlanjut ke Lotus sebagai map pilihan T1.
Pada map ini kedua tim menggunakan susunan agent yang hampir sama, dengan Neon menjadi satu-satunya Duelist serta kombinasi Omen, Viper, dan Fade sebagai fondasi utama permainan.
Perbedaan hanya terlihat pada role Sentinel. T1 menempatkan iZu menggunakan Killjoy, sedangkan RRQ mengandalkan Chamber lewat Jemkin.
Jika Haven menjadi panggung BuZz, maka Lotus sepenuhnya milik Monyet.
RRQ sempat kesulitan ketika bermain menyerang dan hanya memperoleh empat ronde pada paruh pertama.
Namun selepas pergantian sisi, permainan mereka berubah drastis.
Koordinasi retake RRQ berjalan jauh lebih rapi dan mereka berhasil memanfaatkan sejumlah kesalahan posisi dari pemain T1.
Monyet menjadi motor utama kebangkitan RRQ dengan performa impresif menggunakan Neon.
Ia menutup Lotus sebagai pemain dengan kill terbanyak setelah mengumpulkan 29 eliminasi, termasuk 19 kill saat bermain di sisi defense.
RRQ akhirnya sukses menyamakan kedudukan lewat kemenangan 13-10 dan memaksa duel berlanjut menuju Breeze.
Map penentuan menghadirkan komposisi identik dari kedua tim dengan fokus pada permainan double-Controller serta double-Initiator memakai Viper, Harbor, Sova, KAY/O, dan Neon.
Namun Breeze justru menjadi awal petaka bagi RRQ.
Mereka sebenarnya berhasil memenangkan pistol round, tetapi secara mengejutkan tumbang pada ronde anti-eco melawan lima Classic milik T1.
Kekalahan tersebut menjadi titik balik besar yang membuat T1 langsung mendominasi jalannya pertandingan.
Tim asal Korea Selatan itu tampil sangat solid di sisi defense dan menutup babak pertama dengan keunggulan telak 9-3.
RRQ sempat membuka harapan lewat kemenangan pistol round pada babak kedua, namun T1 tetap terlalu kuat ketika memasuki buy round.
Serangkaian flawless round akhirnya membawa T1 menutup Breeze dengan skor 13-5 sekaligus memastikan kemenangan seri 2-1.
BuZz menyelesaikan pertandingan dengan total luar biasa yakni 61 kill sepanjang tiga map.
Sementara itu, performa apik Monyet yang membukukan 51 kill tetap belum cukup untuk menyelamatkan RRQ dari eliminasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....