Global Esports Singkirkan FULL SENSE dan Jaga Asa ke Playoff Masters London 2026

  • 10 Jun 2026 13:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perjalanan Global Esports di Masters London 2026 masih berlanjut setelah mereka sukses menumbangkan FULL SENSE dengan skor 2-1 dalam laga hidup-mati Swiss Stage. Kemenangan tersebut bukan hanya menjaga peluang Global Esports menuju playoff, tetapi juga menjadi kemenangan perdana mereka di panggung Masters.

Pertandingan ini menghadirkan cerita yang menarik karena kedua tim sudah pernah bertemu sebelumnya di playoff VCT Pacific. Saat itu, FULL SENSE tampil dominan dan menyapu Global Esports tanpa balas. Namun, ketika keduanya kembali dipertemukan di turnamen internasional, jalannya pertandingan berkembang ke arah yang berbeda.

Map pertama dimainkan di Split, pilihan dari Global Esports. Tim asal India tersebut langsung tampil agresif sejak ronde pembuka. Kr1stal menjadi tokoh utama pada awal pertandingan setelah memenangkan situasi sulit yang memberi timnya dorongan moral sekaligus momentum.

Berkat awal yang kuat, Global Esports sempat membangun keunggulan cukup nyaman. Akan tetapi, FULL SENSE perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka. Sebuah kemenangan penting saat kondisi ekonomi terbatas menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan.

Setelah berhasil memutus laju lawan, wakil Thailand itu tampil jauh lebih percaya diri. Koordinasi tim mereka semakin solid, sementara para pemain mulai menunjukkan kualitas individu yang selama ini menjadi kekuatan utama. Keunggulan yang sempat dimiliki Global Esports pun perlahan menghilang.

Memasuki pertengahan pertandingan, FULL SENSE berhasil membalikkan keadaan dan mengambil alih kendali permainan. Mereka tampil lebih efektif dalam mengeksekusi strategi serta mampu memanfaatkan celah yang muncul di pertahanan lawan.

Meskipun Global Esports sempat mencoba bangkit setelah pergantian sisi, mereka kesulitan menghentikan serangan yang terus dilancarkan FULL SENSE. Tim asal Thailand itu akhirnya mengamankan kemenangan 13-9 dan membuka seri dengan keunggulan 1-0.

Salah satu alasan utama kebangkitan FULL SENSE adalah performa luar biasa primmie. Pemain muda tersebut kembali menunjukkan kemampuan yang membuat namanya bersinar di Pacific Stage 1. Ia tampil dominan dalam duel-duel penting dan menjadi pusat serangan timnya sepanjang pertandingan.

Namun momentum yang dimiliki FULL SENSE tidak bertahan lama. Saat seri berpindah ke Breeze, Global Esports tampil dengan pendekatan yang jauh lebih matang dan disiplin.

Primmie memang masih menunjukkan kelasnya melalui sejumlah permainan spektakuler pada ronde-ronde awal. Akan tetapi, kali ini Global Esports mampu membatasi ruang geraknya dengan jauh lebih baik dibanding map sebelumnya.

Autumn menjadi salah satu pemain yang berperan penting dalam perubahan tersebut. Ia beberapa kali berhasil menghentikan ancaman yang diciptakan primmie dan membuat pemain bintang FULL SENSE itu tidak sebebas sebelumnya.

Seiring berjalannya pertandingan, Global Esports mulai menguasai tempo permainan. Mereka unggul dalam pertarungan senjata dan lebih konsisten dalam memenangkan ronde-ronde krusial. Kondisi tersebut membuat FULL SENSE kesulitan mempertahankan momentum yang mereka bangun sejak map pertama.

Breeze akhirnya menjadi milik Global Esports dengan skor 13-8. Hasil itu memaksa pertandingan berlanjut ke Pearl sebagai map penentuan.

Pada map terakhir, pertandingan berubah menjadi duel dua pemain yang paling menonjol sepanjang seri, yaitu Kr1stal dan primmie. Keduanya silih berganti menciptakan momen penting bagi tim masing-masing.

Meski demikian, babak pertama sepenuhnya dikuasai oleh Global Esports. Mereka tampil sangat efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada, sementara FULL SENSE berulang kali gagal mengubah keunggulan posisi menjadi kemenangan ronde.

Kr1stal menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam dominasi tersebut. Keberadaannya terus memberikan harapan bagi Global Esports bahkan dalam situasi yang tampak sulit sekalipun. Berkat kontribusinya, tim berhasil menutup paruh pertama dengan keunggulan besar.

Tertinggal jauh tidak membuat FULL SENSE menyerah. Pada babak kedua, primmie mulai mengambil alih permainan dan berusaha menghidupkan kembali peluang timnya. Ronde demi ronde berhasil diamankan, membuat ancaman comeback semakin terasa.

Harapan untuk membalikkan keadaan sempat muncul ketika FULL SENSE mulai memangkas selisih skor. Namun saat momentum perlahan beralih ke tangan mereka, Global Esports kembali menemukan jawaban.

Sekali lagi, Kr1stal muncul sebagai pembeda. Ia membantu timnya mengamankan ronde-ronde penentu yang akhirnya menghentikan kebangkitan lawan. Global Esports pun menutup Pearl dengan kemenangan 13-8 sekaligus memastikan hasil akhir 2-1.

Kekalahan ini menjadi hasil yang mengecewakan bagi FULL SENSE. Sebagai unggulan kedua dari wilayah Pacific, mereka harus mengakhiri perjalanan di Masters London tanpa satu kemenangan pun dan pulang dengan catatan 0-2.

Meski demikian, primmie tetap tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan total 73 kill dengan selisih kill/death positif yang sangat tinggi, membuktikan dirinya tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya di turnamen.

Sementara itu, kemenangan tersebut memastikan Global Esports tetap bertahan di Masters London. Mereka kini akan menghadapi Xi Lai Gaming pada laga terakhir Swiss Stage, dengan satu tiket playoff menjadi taruhan utama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....