Astronomi Maya, Ketika Langit Menjadi Penunjuk Waktu dan Kepercayaan

  • 31 Agt 2026 22:28 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Jauh sebelum teleskop ditemukan, masyarakat Maya di Mesoamerika telah mengamati pergerakan benda-benda langit dan menjadikannya bagian penting dari kehidupan mereka. Matahari, Bulan, Venus dan benda langit lainnya tidak hanya diamati sebagai objek di langit, tetapi juga dikaitkan dengan kalender, arsitektur, ritual dan kepercayaan.

Astronomi Maya merupakan bidang kajian etnoastronomi dan arkeoastronomi yang mempelajari hubungan antara peradaban Maya pra-Kolumbus dengan fenomena langit. Dilansir dari Wikipedia bahasa Indonesia, masyarakat Maya mengembangkan pengamatan astronomis yang sangat teliti untuk ukuran zamannya, jauh sebelum manusia memiliki teleskop modern.

Pengamatan terhadap langit memiliki posisi penting dalam kebudayaan Maya. Pergerakan Matahari, Bulan dan Venus digunakan untuk memahami waktu serta menyusun sistem kalender. Pengetahuan astronomi juga berkaitan dengan pembangunan sejumlah struktur dan bangunan yang memiliki hubungan dengan fenomena langit.

Bagi masyarakat Maya, pengamatan langit tidak sepenuhnya terpisah dari kepercayaan. Mereka meyakini bahwa benda-benda langit memiliki hubungan dengan dunia para dewa. Karena itu, perubahan posisi benda langit dapat memiliki makna tertentu dalam kehidupan keagamaan dan sosial mereka.

Pandangan masyarakat Maya mengenai alam semesta juga memiliki struktur kosmologi yang kompleks. Sejumlah sumber mengenai kepercayaan Maya menggambarkan dunia sebagai bagian dari susunan kosmis yang terdiri atas langit, dunia manusia dan dunia bawah. Langit dipercaya memiliki beberapa lapisan, sementara dunia bawah memiliki lapisan tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan setelah kematian.

Dalam gambaran kosmologi tersebut, empat penjuru mata angin juga memiliki makna simbolis. Setiap arah dikaitkan dengan warna tertentu, sementara bagian tengah memiliki simbol tersendiri. Empat sosok yang dikenal sebagai Bacabs dipercaya memiliki peran dalam menopang langit dalam kosmologi Maya.

Konsep tersebut juga muncul dalam berbagai gambaran simbolis. Ular berkepala dua, misalnya, merupakan salah satu simbol yang berkaitan dengan langit dan kerap digambarkan bersama benda-benda langit seperti Matahari, Bulan dan Venus. Hubungan antara simbol, mitologi dan pengamatan astronomi membuat batas antara ilmu pengetahuan dan kepercayaan pada masyarakat Maya menjadi sangat erat.

Kalender kemudian menjadi salah satu hasil penting dari pengetahuan astronomi tersebut. Para pendeta memiliki peran besar dalam menghitung waktu, menentukan hari-hari penting, mengatur festival dan menjalankan berbagai ritual. Mereka juga memiliki tugas yang berkaitan dengan pencatatan sejarah, penyembuhan serta penafsiran berbagai pertanda.

Salah satu kalender ritual yang dikenal dalam kebudayaan Maya memiliki siklus 260 hari. Kalender tersebut digunakan untuk menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan memiliki makna simbolis dalam kehidupan masyarakat.

Kepercayaan terhadap dunia setelah kematian juga menjadi bagian dari kosmologi Maya. Sejumlah tradisi menghubungkan perjalanan arwah dengan dunia bawah dan benda-benda langit. Raja atau penguasa memiliki posisi khusus dalam gambaran kehidupan setelah kematian dan dikaitkan dengan dunia langit serta para dewa.

Ritual keagamaan masyarakat Maya juga dapat melibatkan persembahan kepada para dewa. Catatan sejarah dan temuan arkeologis menunjukkan bahwa praktik pengorbanan, termasuk pengorbanan manusia pada periode tertentu, pernah menjadi bagian dari sebagian tradisi keagamaan Maya. Praktik tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat pada masa itu dan tidak menggambarkan praktik masyarakat modern.

Warisan astronomi Maya kini menjadi salah satu bidang penting dalam penelitian arkeoastronomi. Melalui kalender, tulisan, bangunan dan peninggalan arkeologis, para peneliti dapat mempelajari bagaimana masyarakat masa lalu mengamati langit tanpa bantuan teknologi astronomi modern.

Bagi bangsa Maya, langit bukan sekadar pemandangan di atas kepala. Pergerakan benda-benda langit menjadi cara untuk memahami waktu, mengatur kehidupan sosial dan menjalankan kepercayaan. Ribuan tahun kemudian, pengetahuan tersebut masih memberikan gambaran mengenai kemampuan manusia masa lalu dalam mengamati alam secara teliti dan mengubah hasil pengamatan itu menjadi bagian dari kebudayaan mereka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....