Hujan Buatan Jadi Strategi Kurangi Dampak El Nino
- 18 Jun 2026 08:59 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam –Fenomena El Nino kerap menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Dampaknya tidak hanya memicu musim kemarau lebih panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan pada sektor pertanian. Untuk mengurangi dampak tersebut, pemerintah sering memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai hujan buatan.
Dilansir dari laman resmi BMKG, teknologi hujan buatan sebenarnya bukan menciptakan hujan dari langit yang cerah. Metode ini bekerja dengan memanfaatkan awan yang telah memiliki potensi hujan. Tim meteorologi terlebih dahulu memantau kondisi atmosfer dan pertumbuhan awan menggunakan radar cuaca, citra satelit, serta berbagai instrumen pemantauan lainnya.
Setelah ditemukan awan yang memenuhi syarat, pesawat akan menyebarkan bahan semai, umumnya berupa garam (NaCl), ke dalam awan untuk mempercepat proses pembentukan butir air hingga akhirnya turun sebagai hujan.
Di Indonesia, teknologi ini telah digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari penanganan kekeringan, pengisian waduk dan bendungan, pembasahan lahan gambut untuk mencegah karhutla, hingga mitigasi bencana hidrometeorologi. Operasi TMC melibatkan sejumlah lembaga seperti BMKG, BNPB, BRIN, TNI AU, serta pemerintah daerah sesuai kebutuhan wilayah terdampak.
Saat El Nino terjadi, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung menurun sehingga cadangan air permukaan dan air tanah berkurang. Dalam kondisi tersebut, hujan buatan menjadi salah satu langkah strategis untuk menambah pasokan air di waduk, menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat, serta mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan yang sering meningkat pada musim kemarau panjang.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa teknologi hujan buatan bukan solusi permanen terhadap El Nino. Keberhasilannya sangat bergantung pada keberadaan awan potensial. Jika kondisi atmosfer sangat kering dan tidak terdapat awan yang dapat disemai, operasi modifikasi cuaca menjadi sulit dilakukan. Karena itu, TMC lebih tepat dipandang sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan, bukan menghilangkan pengaruh El Nino secara keseluruhan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus meningkatkan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim. selain mendukung ketahanan air, teknologi ini juga menjadi instrumen penting dalam menjaga produktivitas pertanian, melindungi kawasan hutan, serta mengurangi kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem yang dipicu El Nino.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....