Harga Bahan Pokok di Kota Serang Melonjak Jelang Ramadan dan Imlek
- 11 Feb 2026 15:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Lama Kota Serang mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir menjelang Ramadan dan perayaan Imlek. Kenaikan terjadi pada cabai, bawang merah, tomat, telur hingga daging ayam.
Pedagang sayur di Pasar Lama, Lasih mengatakan, lonjakan paling tinggi terjadi pada cabai rawit merah. Harga yang sebelumnya Rp40 ribu per kilogram kini menembus hingga Rp100 ribu.
"Cabai rawit merah yang paling tinggi. Dari Rp40 ribu sekarang paling murah Rp100 ribu, paling murah Rp90 ribu. Bawang merah juga naik dari Rp40 ribu jadi Rp50 ribu. Tomat dari Rp12 ribu jadi Rp15 ribu,” ujar Lasih, Rabu, 11 Januari 2026.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Serang Naik Jelang Ramadan
Telur ayam ikut mengalami kenaikan dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Ia menyebut kenaikan sudah berlangsung sekitar satu minggu. Meski demikian, ketersediaan barang masih aman.
“Stok ada terus, enggak kosong. Cuma harganya saja yang naik. Biasanya mau puasa memang begitu,” katanya.
Di tengah kenaikan harga, kondisi Pasar Lama justru terpantau tidak seramai biasanya. Lasih yang telah berjualan puluhan tahun mengaku jumlah pembeli semakin berkurang. Selain daya beli yang menurun, menjamurnya pedagang di lingkungan permukiman turut memengaruhi keramaian pasar tradisional.
Baca juga: Pemkab Lebak Lakukan Pemantauan Harga Semabako Jelang Ramadan
Kondisi serupa disampaikan pedagang ayam di Pasar Lama Kota Serang, Sarinten. Ia menjual ayam potong bersih tanpa kepala dan kaki seharga Rp42 ribu per kilogram. Sebelumnya masih bisa dijual Rp40 ribu per kilogram. Padahal dalam kondisi normal di luar momentum hari besar, harga ayam bersih berkisar Rp35 ribu per kilogram.
“Biasanya stabil di Rp35 ribu. Kemarin masih bisa Rp40 ribu, sekarang sudah Rp42 ribu. Dari pemasoknya memang sudah naik duluan,” ujar Sarinten.
Menurutnya, kenaikan harga dari pemasok biasanya terjadi satu hingga dua minggu sebelum hari besar keagamaan. Pedagang kecil akhirnya menyesuaikan harga agar tidak merugi.
Baca juga: Fluktuasi Harga Pangan Pandeglang Cekik Daya Beli Masyarakat
“Kalau dari sananya naik terus, kami ikut naik. Kalau dipaksakan murah, setoran kurang,” ujarnya. Meski harga naik, pasokan ayam disebut tetap tersedia.
Salah seorang pembeli dari Cipocok, Dewi mengaku kini harus mengurangi jumlah belanja. Dengan uang Rp100 ribu, barang yang diperoleh tidak sebanyak sebelumnya.
“Sekarang Rp100 ribu paling dapat setengahnya dibanding dulu. Sayur sama daging yang paling terasa,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....