Fluktuasi Harga Pangan Pandeglang Cekik Daya Beli Masyarakat

  • 18 Jan 2026 15:37 WIB
  •  Banten

RRI. CO.ID, Pandeglang: Fluktuasi harga komoditas pangan hewani mulai membayangi daya beli masyarakat di Pasar Badak, Pandeglang. Harga daging sapi saat ini bertahan di angka Rp145.000 hingga Rp150.000 per kilogram, sementara daging ayam mulai melandai ke kisaran Rp35.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp40.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai stabilitas harga pangan jangka panjang, terutama mendekati momentum bulan suci Ramadan.

Salah seorang pedagang daging sapi potong, Rudi mengatakan kenaikan harga daging sapi potong terjadi sejak momentum tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke harga normal. Ia pun memprediksi kenaikan ini akan terus merangkak naik hingga Idulfitri mendatang.

"Kita ngikutin, bukannya naiknya sendiri, dari atas kita. Sekarang harga Rp145.000 sampai Rp150.000. Kalau sudah naik, ya naik saja lagi," ucap Rudi, Minggu 18 Januari 2026.

Kenaikan ini menurut Rudi dipicu oleh tingginya harga faktur dari tingkat penyuplai lokal di wilayah Baros, Kabupaten Serang. Meskipun stok barang tersedia dalam jumlah banyak, ketidakpastian harga dari tingkat atas memaksa ia dan pedagang lainnya menyesuaikan nilai jual dengan mengikuti modal yang dikeluarkan.

Kondisi sebaliknya terjadi pada komoditas daging ayam potong yang mengalami penurunan dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Salah seorang pedagang daging ayam, Agus mengatakan walaupun harga turun, angka tersebut masih dinilainya cukup tinggi dibandingkan harga normal sebesar Rp32.000 per kilogram.

"Sekarang turun jadi Rp35.000 dari awal Rp40.000. Tapi ini belum normal, normalnya itu Rp32.000," katanya.

Namun, para pedagang memprediksi tren penurunan ini hanya bersifat sementara saja. Agus memprediksi harga ini akan kembali melonjak tajam saat mendekati bulan Ramadan nanti, mengingat pola distribusi yang sering tersendat pada momen tersebut.

Sementara salah seorang pembeli. Nani menyatakan kenaikan harga daging memaksanya harus mengurangi volume belanja harian. Ketidakseimbangan harga antara daging sapi yang terus naik dan harga ayam yang belum stabil membuatnya bingung dalam menentukan kebutuhan hariannya.

"Sebagai pembeli merasa keberatan lah, yang biasanya banyak jadi sedikit," ucapnya.

Nani berharap harga daging sapi dan ayam dapat segera stabil dan terjangkau bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi. Ia pun khawatir jika tren kenaikan terus berlanjut, daya beli akan semakin terpuruk dan menyebabkan kelangkaan barang di pasar, apalagi mendekati bulan Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....