Seratus Warga Kota Serang Disiapkan Bekerja di Jepang

  • 03 Feb 2026 14:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan sedikitnya 100 warga diberangkatkan untuk bekerja ke Jepang sepanjang tahun 2026. Program ini difokuskan pada sektor yang saat ini banyak dibutuhkan di Jepang, seperti pertanian, perawat lansia, otomotif, hingga ground handling bandara.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia menyampaikan, target tersebut sesuai arahan Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Pemerintah daerah menyiapkan fasilitasi bagi warga yang berminat berkarier ke luar negeri, khususnya Jepang.

Baca juga: Pemkot Serang Bekali Program Bahasa Asing Bagi Tenaga Kerja

“Target tahun ini minimal 100 orang yang kita fasilitasi ke Jepang. Kita sudah punya mitra yang berjalan hampir empat tahun, yaitu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) KJS (Kokusai Jinzai Support)” ujar Nur Agis, Selasa, 3 Januari 2026.

Ia menjelaskan, bentuk fasilitasi yang diberikan meliputi proses rekrutmen, sosialisasi program, serta kerja sama penempatan tenaga kerja. Untuk urusan teknis pelatihan dan persiapan keberangkatan, pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Dinas Tenaga Kerja.

Direktur LPK KJS (Kokusai Jinzai Support), Dita Widya Oktavia, menyebut, kebutuhan tenaga kerja Jepang saat ini didominasi sektor perawat lansia dan pertanian, disusul otomotif dan ground handling bandara.

Baca juga: Pj Wali Kota Harapkan Semua Tenaga Kerja Terdaftar di BPJS

“Persyaratan utama adalah sertifikat bahasa Jepang. Untuk bisa berangkat minimal harus lulus level N4. Selain itu, calon pekerja wajib memiliki sertifikasi sesuai bidang kerja, seperti otomotif atau perawat lansia,” kata Dita.

Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Japan Foundation dan lembaga terkait specific skill worker. Setelah lolos seleksi, peserta akan mengikuti pelatihan bahasa, keterampilan kerja, serta pembekalan budaya dan tata krama Jepang.

“Setiap hari mereka dibiasakan disiplin. Bangun pagi, briefing, senam, sampai pembatasan penggunaan handphone. Evaluasi dilakukan harian, nilai minimal 80,” ucapnya.

Baca juga: Pemkot Serang Tangani Keluhan Jam Operasional Royal Baroe

Dita menyebut, selama empat tahun kerja sama dengan Kota Serang, KJS telah memberangkatkan lebih dari 40 hingga 50 warga, seluruhnya ke Jepang. Untuk pelatihan, saat ini masih dipusatkan di Tangerang Selatan, namun tahun ini KJS berencana membuka pelatihan langsung di Kota Serang.

Terkait penghasilan, pekerja migran di Jepang rata-rata menerima gaji sekitar Rp27 juta per bulan, tergantung sektor dan jenis pekerjaan. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan program magang, yang umumnya berada di bawah angka tersebut.

Kontrak kerja di Jepang berlangsung satu tahun dan dapat diperpanjang. Dalam proses wawancara, lamanya rencana bekerja di Jepang menjadi salah satu pertimbangan penerimaan.

“Semakin lama keinginan bekerja di Jepang, peluang diterimanya juga lebih besar,” kata Dita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....